Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sinyal damai keluarga Keraton Surakarta jelang Tingalan Jumenengan

Sinyal damai keluarga Keraton Surakarta jelang Tingalan Jumenengan Ultah Keraton Surakarta. Arisunaryo.©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Menjelang Tingalan Dalem Jumenengan atau ulang tahun naik tahta ke 13 Raja Paku Buwono XIII, 22 April, keluarga Keraton Kasunanan Surakarta mulai berdamai. Tanda-tanda damai tampak ketika dilakukan persiapan menyambut upacara sakral tersebut.

Berbagai pihak berharap momen Tingalan Dalem Jumenengan akan dihadiri seluruh putra-putri mendiang Paku Buwono XII, sehingga rekonsiliasi bisa terwujud. Tak terkecuali Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo yang ditugaskan khusus Presiden Joko Widodo untuk mendamaikan kedua kubu yang selama ini berseteru.

Pantauan di keraton, FX Hadi Rudyatmo didampingi Kapolresta Solo, AKBP Ribut Hari Wibowo melakukan pertemuan tertutup dengan kubu PB XIII yang diwakili Satgas Panca Narendra di Sasana Putra. Usai pertemuan, Rudyatmo juga memediasi pertemuan lanjutan antara kubu Lembaga Dewan Adat yang diwakili oleh KPGH Puger dan GKR Galuh Kencono dengan Ketua Satgas Panca Narendra, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan di Sasana Mulyo.

"Dalam pertemuan tadi dibicarakan soal teknis latihan Tari Bedhaya Ketawang. Kami minta para penarinya agar tidak takut dengan pihak manapun untuk latihan. Karena latihan sempat terhenti akibat kemelut beberapa hari terakhir," ujar Rudy, panggilan akrab wali kota.

Rudy mengklaim situasi di keraton saat ini sudah relatif kondusif. Sehingga latihan tari Bedhaya Ketawang sudah bisa dilakukan. Rudy mengatakan latihan tersebut juga akan disaksikan langsung oleh Sinuwun PB XIII Hangabehi di dalam keraton.

Terkait keamanan, Rudy mengaku terus berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI, mengingat acara Tingalan Dalem Jumenengan juga akan dihadiri oleh sejumlah menteri. Salah satunya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Rudy juga berharap agar permasalahan saling lapor ke polisi bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

"Setelah Jumenengan nanti semuanya akan dipasrahkan pada Sinuwun PB XIII Hangabehi selaku pemimpin keraton. Kalau sudah berdamai, dana pemeliharaan cagar budaya akan lebih mudah disalurkan melalui satu pintu yakni lewat raja. Yang penting saat ini Jumenengan bisa berjalan lancar dan aman. Kami berharap agar Tingalan Dalem Jumenengan Sabtu nanti menjadi momentum bersatunya sentana dalem (keluarga keraton). Pemkot berharap putra-putri dalem Sinuwun PB XII bersama seluruh abdi dalem keraton bisa hadir, semua bisa berkumpul jadi satu," tegas Rudy.

GRAy. Koes Murtiyah alias Gusti Moeng menambahkan sesuai tradisi, latihan tari Bedhaya Ketawang semestinya dilakukan selama 9 hari. Yakni 7 hari latihan, 1 hari libur, dan di hari terakhir untuk pentas.

"Selama ini memang saya yang mengurusi regenarasi penari Bedhaya Ketawang sejak 1982. Mulai dari mencari penari sampai mengusulkan menjadi abdi dalem," ucap Gusti Moeng saat dihubungi wartawan.

Terkait pementasan tari, Staf Eksternas Satgas Panca Narendra GPH Soeryo Wicaksono mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pengurus dan para penari Bedhaya Ketawang. Ia memastikan bahwa latihan tari bedhaya bisa dilakukan malam ini.

"Nanti malam tinggal gladi untuk jumenengan mengingat latihannya sudah berhenti beberapa hari ini," jelas pria yang akrab disapa Gusti Neno.

Ketua Satgas Panca Narendra, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan membenarkan jika ulacara Tingalan Dalem Jumenengan merupakan momentum untuk mempertemukan seluruh keluarga keraton. Melalui pertemuan dengan KPGH Puger bersama GKR Galuh Kencono ia mengaku telah menyampaikan undangan lisan agar seluruh keluarga bisa hadir.

"Saya sudah sampaikan undangan secara lisan, ini kewajiban, jadi semua diminta untuk hadir. Istilahnya temu kangen," ucap Tedjowulan. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP