Sindikat pengganjal ATM diringkus di Bakauheni usai kuras uang Rp 27,8 juta

Selasa, 6 November 2018 19:25 Reporter : Nur Habibie
Sindikat pengganjal ATM diringkus di Bakauheni usai kuras uang Rp 27,8 juta pelaku ganjal ATM di Jakarta Utara. ©2018 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Dua pelaku pengganjal kartu ATM diringkus Unit III Krimsus Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pimpinan Iptu Falva. Dua pelaku atas nama Wawan Setiawan (35) dan Ismail (47) ditangkap di Bakauheni, Lampung Selatan, Senin (5/11) kemarin.

Kasat Reskrim Pelabuhan AKP M Faruq Rozi menjelaskan, kejadian bermula saat korban ingin mengambil uang di salah satu mesin ATM di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (21/10). Namun, korban tak bisa melakukan transaksi penarikan uang tunai di mesin ATM tersebut dan kartu ATM-nya pun juga tak dapat keluar dari mesin ATM itu.

"Setelah itu saksi menghubungi call center hallo BCA untuk memblokir rekening tersebut. Namun diketahui berdasarkan keterangan dari operator call center hallo BCA bahwa saldo yang berada di rekening korban telah terkuras sebesar Rp 27.800.000 juta. Akibat kejadian tersebut saksi korban melaporkan hal tersebut ke kantor polisi," kata Faruq dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (6/11).

Faruq mengatakan, dalam melancarkan aksinya tersebut Wawan bertugas untuk mengelabui korban dan melihat pin ATM korban. Sedangkan Ismail bertugas membuat kartu ATM untuk demontrasi dan mengawasi situasi dari dalam mobil.

"Untuk modus yang dilakukan pelaku, pelaku mengelabui korban ketika korban mengambil ATM dan menukar ATM korban dengan ATM milik pelaku hingga uang di ATM korban terkuras," ujar dia.

Selain itu, anggota di lapangan telah memberikan hadiah timah panas terhadap kedua pelaku. Karena saat ingin ditangkap, para pelaku melakukan perlawanan terhadap petugas.

"Adapun terhadap pelaku diberikan tindakan tegas terukur karena melawan petugas," kata dia.

Polisi menyita sejumlah barang bukti seperti 1 buah amplas AA 60, 1 buah amplas AA 240, 2 kotak korek api, CCTV TKP, 1 buah HP OPPO A3S, 1 buah HP merk Strawberry, 22 buah kartu ATM dengan berbagai jenis bank, 1 buah dompet panjang warna hitam, 1 buah gergaji besi pendek, 2 buah KTP atas nama kedua tersangka, berbagai jenis pakain dan celana yang digunakan pelaku di TKP dan 1 mobil Honda Jazz Rs warna Merah.

"Untuk para pelaku dikenakan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dan Pemberatan," pungkasnya. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pembobolan ATM
  3. Pembobol ATM
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini