Bos rental mobil berinisial IAR (48), ternyata masih hidup dan bernapas saat tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit. IAR merupakan korban penembakan tiga anggota TNI AL di KM45 Tol Tangerang-Merak, pada Rabu (2/1) pagi.
Hal ini terungkap dalam sidang lanjutan kematian IAR dengan tiga terdakwa yaitu Kelasi Kepala Bambang Apri Atmojo, Sertu Akbar Adli dan Sertu Rafsin Hermawan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta.
"Pada saat datang (di IGD), (korban) masih hidup namun kondisinya kritis," kata Dokter Spesialis Forensik dan Medikolegal, Baety Adhayati dalam persidangan, Jakarta, Senin (24/2).
Baety mengungkapkan, dokter jaga IGD saat itu sempat melakukan upaya resusitasi sebanyak lima siklus. Kemudian korban saat itu sempat merespons pada upaya resusitasi pertama.
"Sehingga saat itu dokter jaga IGD melakukan resusitasi jantung paru sebanyak lima siklus resusitasi," ujar Baety.
Advertisement
Kondisi Korban
Menurut Baety, dalam siklus pertama korban sempat ada respons. Setelah itu korbn tidak ada respons sampai kemudian dinyatakan meninggal.
Dalam kesempatan itu, Baety menyebut, korban Ilyas masuk ke IGD sekirar pukul 04.00 Wib. Korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia satu jam kemudian.
“Kira-kira pukul berapa pengetesan yang terakhir ini sampai dengan korban meninggal dunia?” tanya JPU.
“Tidak begitu lama, masuk sekitar pukul 04.00 pagi, kemudian dinyatakan meninggal dunia pukul 05.06,” jawab Baety.