Jakarta, 09/10 (ANTARA) - Pergelaran akbar Tur Batas Kota (TBK) Sport Festival 2025 siap menyajikan pengalaman bersepeda yang lebih menantang dan inklusif bagi para pesepeda. Event tahunan ini akan mempertandingkan total tiga kategori berbeda yang dirancang untuk mengakomodasi berbagai tingkat kemampuan dan preferensi peserta.
Acara yang sangat dinantikan ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 8 November di kawasan Perumahan SoutCity, Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Pendaftaran untuk TBK Sport Festival 2025 masih dibuka hingga 20 Oktober, memberikan kesempatan bagi para penggemar sepeda untuk bergabung dalam petualangan urban touring ini.
Ketua Panitia TBK Festival 2025, Budi Haryadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar ajang olahraga. "Tur Batas Kota bukan sekadar kegiatan olahraga, tetapi sebuah pengalaman urban touring yang memadukan semangat bersepeda dengan rekreasi, edukasi, dan kepedulian terhadap lingkungan," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta.
Advertisement
Advertisement
Kategori Baru yang Menantang di TBK Sport Festival 2025
Memasuki tahun ketiganya, TBK Sport Festival 2025 dirancang dengan format yang lebih inklusif, tidak hanya untuk pesepeda profesional tetapi juga bagi berbagai kalangan. Panitia telah menyiapkan tiga kategori utama yang menawarkan tantangan unik sesuai dengan minat peserta.
Kategori pertama adalah 50 km Road Endurance, yang diperuntukkan bagi pesepeda pemula dan rekreasional, serta dapat diikuti dengan segala jenis sepeda. Ini merupakan kesempatan sempurna bagi mereka yang ingin merasakan atmosfer kompetisi tanpa tekanan berlebihan.
Untuk peserta yang mencari tantangan lebih, tersedia kategori 100 km Road Endurance. Kategori ini ditujukan bagi pesepeda berpengalaman yang ingin menguji ketahanan fisik dan mental mereka di lintasan jalan raya, juga dengan segala jenis sepeda.
Advertisement
Sementara itu, bagi pecinta petualangan dan tantangan ekstrem, TBK Sport Festival 2025 menghadirkan kategori 75 km All Terrain. Kategori ini menyuguhkan kombinasi rute segala medan, meliputi aspal, tanah, kerikil, dan batu, khusus bagi pesepeda MTB dan Gravel Bike.
Budi Haryadi menambahkan, "Peserta dapat memilih sesuai dengan minatnya masing-masing. Bagi yang suka lintasan gravel, bisa memilih kategori all terrain, sementara yang lebih suka lintasan jalan raya, kategori on road bisa jadi pilihan." Hingga saat ini, sebanyak 590 peserta telah terdaftar untuk event yang ketiga kalinya ini.
Advertisement
Misi Pemberdayaan Ekonomi dan Dukungan Komunitas
Selain aspek olahraga, TBK Sport Festival 2025 juga mengusung misi penting dalam pemberdayaan ekonomi lokal. Event ini akan menyelenggarakan kegiatan bazar, berkolaborasi dengan pelaku usaha kecil dan komunitas kreatif.
Ketua Forum Pengusaha Sepeda Indonesia (FOPSINDO), Eko Wibowo, menyoroti dampak positif kegiatan semacam ini. "Kegiatan seperti Tur Batas Kota bukan hanya memacu semangat masyarakat untuk hidup aktif dan sehat, tetapi juga membuka ruang bagi pengembangan usaha di industri sepeda. Dengan makin banyaknya event sepeda, kami berharap semoga bisa menggerakkan industri dan pasar sehingga pada akhirnya membangun industri sepeda semakin baik lagi," jelasnya.
Dukungan terhadap komunitas dan pengembangan sport tourism juga menjadi fokus utama. Kolaborasi dengan pemerintah kota diharapkan dapat mendorong Tangerang Selatan menjadi kota yang lebih ramah pesepeda. Sekretaris Jenderal Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI), Parama Nugroho, mengapresiasi peran komunitas. "Kegiatan komunitas ini sangat mendukung prestasi di balap sepeda. Tidak sedikit pembalap sepeda yang berasal dari akar rumput dan tumbuh dari komunitas-komunitas sepeda," ujarnya.
Advertisement
Sumber: AntaraNews