Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari yang sudah menghibur masyarakat Solo selama lebih dari 30 tahun memilih membubarkan diri. Sewa lahan baru yang ditawarkan Pemkot Solo di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) dirasa sangat mahal. Selain itu, tempat tersebut juga dinilai jauh dari tengah kota, sehingga dikhawatirkan masyarakat enggan ke sana.Direktur Utama (Dirut) THR Sriwedari, Sinyo Sujarkasi mengatakan, karena alasan tersebut, manajemen memutuskan untuk tidak melanjutkan usaha tempat rekreasi itu. Meski manajemen juga mendapat tawaran dari berbagai daerah seperti Sukoharjo dan Boyolali, namun lokasi yang ditawarkan itu dinilai kurang strategis."Nilai sewa lahan di Jurug (TSTJ) terlalu tinggi yakni Rp 600 juta per bulan dengan hitungan Rp 1.000 per meter persegi per hari dengan luas dua hektar. Sewa di Sriwedari Rp 38 juta per bulan untuk lahan kurang dari satu hektare," jelasnya.
Sinyo menjelaskan, THR akan ditutup mulai 4 Desember 2017, sesuai perjanjian dengan Pemkot. "Saya pasti kecewa, karena sudah 32 tahun di sini. THR ini sudah jadi ikon dan hiburan wong Solo," keluhnya.
Kekecewaan Sinyo bertambah setelah memikirkan ada 120 karyawan yang akan kehilangan pekerjaan jika THR benar-benar tutup.