Serangan belalang di Sumba Timur rusak tujuh hektar tanaman warga

Senin, 19 Juni 2017 23:04 Reporter : Ananias Petrus
Belalang kembara di Sumba Timur. ©2017 merdeka.com/ananias petrus

Merdeka.com - Serangan belalang kembara semakin meluas di Kabupaten Sumba Timur. Pemerintah hingga saat ini masih menangani dengan menyemprotkan pestisida menggunakan alat penyemprot hama (Mistblower) yang diberikan oleh Kementerian Pertanian.

"Kita terus melakukan penanganan ya. Itu ada petugas dari pertanian kabupaten, provinsi, Kementerian Pertanian juga mengirim tim dari jati sari Jakarta ya. Kementerian Pertanian juga membantu beberapa alat Mistblower dan pestisida," kata Kepala Dinas Pertanian NTT Yohanis Tay Ruba, Senin (19/6).

Menurut dia, pemerintah provinsi dalam hal ini dinas pertanian masih memiliki setok pestisida yang sudah dibawa ke Sumba Timur. Serangan hama belalang kembara saat ini meluas hingga ke desa-desa.

"Kita akan terus tekan serangan belalang menggunakan pestisida. Cara lain ada yakni hujan buatan, namun anggaran untuk menyewa pesawat foker tidak ada," ungkap Tay Ruba.

Yohanis Tay Ruba menambahkan, lahan yang sudah dirusak hama belalang kembara sebanyak tujuh hektar lebih. Kawanan belalang kini terkonsentrasi di padang rumput, tanaman liar dan pepohonan besar.

"Di lokasi tanaman, yang merusak tanaman warga tentunya masih sedikitlah, ya kurang lebih tujuh hektar," ujarnya. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Pertanian
  2. Sumba Timur
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.