Sepanjang Km 90 Sampai 100 Tol Cipularang Dikenal Rawan Kecelakaan

Senin, 2 September 2019 22:33 Reporter : Ya'cob Billiocta
Sepanjang Km 90 Sampai 100 Tol Cipularang Dikenal Rawan Kecelakaan Kecelakaan di Tol Cipularang. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Lokasi kecelakaan di Km 91 Tol Cipularang berkontur turunan dan cekungan. Hal ini dinilai menjadi faktor yang menyulitkan pengendara mengendalikan laju kendaraan dan bisa berakibat kecelakaan. Penjelasan ini diungkapkan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi.

"Secara geometrik kondisi jalanan di Tol Cipularang Km 91 arah Jakarta ada turunan dan cekungan, jadi banyak pengendara yang sulit mengendalikan laju kendaraan," ujar Budi dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/9).

Kemenhub menurunkan personel untuk mengidentifikasi lokasi kecelakaan, terutama terkait kondisi jalan dan rambu lalu lintas.

Hasil dari identifikasi awal itu ujarnya, akan ditindaklanjuti dengan kajian agar kejadian kecelakaan maut itu tidak terjadi lagi, mengingat banyak kecelakaan yang terjadi di ruas tol tersebut.

Menurut catatan, daerah di ruas Tol Cipularang yang rawan kecelakaan adalah sepanjang kilometer 90 sampai dengan kilometer 100, di mana sepanjang 10 kilometer tersebut, arus dari arah Jakarta mengalami tanjakan panjang dan arus sebaliknya mengalami turunan panjang.

Di dalam 10 kilometer tersebut, setiap tanjakan panjang dan curam biasanya terdapat penambahan lajur untuk truk dan bus yang berjalan lambat.

Jalan Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (disingkat Cipularang) adalah jalan tol yang melintasi Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Bandung Barat.

Jalan tol yang membentang dari Cikampek-Purwakarta sampai Padalarang ini selesai dibangun pada akhir April 2005.

Pembangunannya dibagi dua tahap yaitu, Cikampek-Sadang (dibuka pada 1 Agustus 2003) dan Padalarang-Cikamuning (dibuka pada 21 September 2003) (17,5 km), dan Sadang-Cikamuning (dibuka pada 26 April 2005) (41 km)

Tol ini berada di pegunungan sehingga jalannya naik turun dan juga mempunyai banyak jembatan yang panjang dan tinggi.

Di sepanjang Tol Cipularang tersebut terdapat enam jembatan dengan panjang bervariasi, yaitu Jembatan Ciujung sepanjang 500 meter (KM 95), Jembatan Ciujung sepanjang 500 meter (KM 95), Jembatan Cisomang 252 meter (KM 101), Jembatan Cikubang 520 meter (KM 110), Jembatan Cipada 720 meter 112 (KM), dan Jembatan Cimeta 400 meter (KM 117).

Melalui tol ini, jarak Jakarta-Bandung hanya membutuhkan waktu 1 jam 30 menit (jika tidak macet) dan dihitung dari Cawang.

Sejak dioperasikan pada 26 April 2005, jalan di tol Cipularang telah dua kali amblas yaitu di KM 91,6 wilayah Pasir Honje, Purwakarta yang terjadi 28 November 2005.

Selanjutnya amblas di KM 96,8 dari arah Jakarta menuju Bandung, tepatnya di Kampung Lebak Ater, Kecamatan Darangdan, Purwakarta. Kedalaman longsor bervariasi antara 15 sentimeter hingga 1 meter, sepanjang 800 meter. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Kecelakaan Tol Cipularang
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini