Sepak terjang Artidjo Alkostar, mantan hakim agung ditakuti koruptor

Rabu, 23 Mei 2018 03:08 Reporter : Syifa Hanifah
Sepak terjang Artidjo Alkostar, mantan hakim agung ditakuti koruptor Ketua Muda Pidana MA Artidjo Alkostar. ©mahkamahagung.go.id

Merdeka.com - Hakim Agung Artidjo Alkostar resmi pensiun mulai 22 Mei 2018. Hakim Agung Artidjo Alkostar dikenal sebagai hakim yang tidak memberikan ruang untuk para koruptor bebas dengan cepat. Hal ini dibuktikan, di tangannya koruptor yang meminta keringanan hukuman malah diperberat hukumannya saat mengajukan kasasi ke MA.

Ketukan palunya bikin para koruptor lebih lama di dalam jeruji besi. Lalu siapa saja merasakan beratnya hukuman yang dijatuhkan Artidjo:

1 dari 5 halaman

Angelina Sondakh dihukum 12 tahun penjara

Angelina Sondakh. merdeka.com/Dwi Narwoko

Di bawah komando Hakim Agung Artidjo Alkostar, hukuman Angelina Sondakh diperberat dari 4 tahun 6 bulan menjadi 12 tahun. Selain menambah hukuman menjadi 12 tahun, majelis hakim juga menghukum agar Angie mengembalikan uang negara yang dikorupsi sebesar Rp 12,5 miliar dan USD 2,3 juta.

Menurut Artidjo, Angelina Sondakh aktif meminta imbalan uang ataupun fee kepada Mindo Rosalina Manulang sebesar 7 persen dari nilai proyek, dan disepakati 5 persen, dan harusnya sudah diberikan ke Angie 50 persen pada saat pembahasan anggaran dan 50 persen setelah DIPA turun.

2 dari 5 halaman

Lutfhi Hasan Ishaaq dihukum 18 tahun

Luthfi Hasan Ishaaq. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Hakim Agung Artidjo Alkostar dkk saat itu menambah hukuman mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq menjadi 18 tahun penjara setelah menolak kasasi terpidana kasus suap pengurusan impor daging dan pencucian uang tersebut. Luthfi sebelumnya divonis 16 tahun oleh Pengadilan Tipikor Jakarta dan Pengadilan Tinggi Jakarta dan denda Rp 1 miliar.

Hakim Artidjo dkk juga mencabut hak politik Luthfi. Majelis kasasi yang diketuai Hakim Artidjo itu memutuskan perkara kasasi Lutfi secara bulat tanpa adanya perbedaan pendapat (disetting opinion).

3 dari 5 halaman

Tommy Hindratno divonis 10 tahun penjara

kasus pajak tomi. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memvonis eks pegawai pajak Tommy Hindratno dengan penjara 3 tahun 6 bulan atas kasus korupsi pajak PT Bhakti Investama Tbk (PT BHIT). Namun di tingkat kasasi, Mahkamah Agung memvonis Tommy 10 tahun penjara.

Vonis itu dijatuhkan Majelis Hakim Artidjo Alkostar, MS Lumme, dan Moh Askin pada 26 September 2013 lalu. Pemohon dari kasasi itu adalah Jaksa Penuntut Umum pada KPK.

4 dari 5 halaman

Hukuman Ratu Atut Chosiyah diperberat

Ratu Atut Chosiyah usai diperiksa KPK. ©2013 merdeka.com/dwi narwoko

Hal yang sama juga dialami oleh Mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah ditingkat kasasi. Hakim Agung Artidjo Alkostar beserta hakim lainnya yakni Krisna Harahap, Surachmin, MS Lumme serta Mohamad Askin justru memperberat hukumannya dari empat tahun menjadi tujuh tahun penjara.

5 dari 5 halaman

Anas Urbaningrum dari 8 tahun menjadi 14 tahun

Anas Urbaningrum di KPK. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Anas Urbaningrum yang dijerat dalam kasus dugaan korupsi terkait proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) di vonis 8 tahun penjara. Tidak terima dengan hukumannya tersebur, Anas Urbaningrum mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Namun, tak berbuah manis, Anas justru harus menelan pil pahit setelah Hakim MA menolak permohonan kasasi Anas.

Hakim MA malah melipat gandakan hukuman Anas menjadi 14 tahun penjara serta denda Rp 5 miliar subsider 1 tahun 4 bulan kurungan. Bahkan, mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR RI itu pun diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 57.592.330.580 kepada negara. [has]

Baca juga:
Setelah 18 tahun jadi hakim, Artidjo Alkostar pensiun
Bantahan kubu Nazaruddin soal tudingan Yulianis di Pansus Angket KPK
Elza Syarief: Siapa yang backup Yulianis sampai tak tersentuh hukum?
Demokrat sebut kicauan Yulianis soal Ibas hanya fitnah
Nyanyian Yulianis di hadapan Pansus angket bikin panas kuping KPK
Mantan pentolan KPK sebut tudingan Yulianis tak bisa jadi alat bukti

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini