Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Seorang Perawat Pasien Corona di Makassar Meninggal Usai Tertular

Seorang Perawat Pasien Corona di Makassar Meninggal Usai Tertular Jenazah perawat pasien corona di Makassar. Istimewa

Merdeka.com - Khaerul Arham (28), perawat pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Sudirohusodo, Makassar meninggal dunia karena terpapar Covid-19, Jumat (18/9) pukul 14.40 WITA. Jenazah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) khusus Covid-19 di Kampung Macanda, Kabupaten Gowa.

"Almarhum Khaerul Arham meninggalkan seorang istri. Baru setahun menikah, masih pengantin barulah. Belum ada anak. Ini adalah perawat ketiga di Sulsel (Sulawesi Selatan) yang merawat pasien covid-19 gugur dalam tugas," kata Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sulsel, Abdul Rahmat saat ditemui di RSUP Wahidin Sudirohusodo.

Dua perawat lain yang gugur dalam tugas merawat pasien Covid-19 adalah Umar dari Kabupaten Sidrap dan Saidi dari Kabupaten Gowa.

Sementara itu, jumlah perawat se-Sulsel yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 350 orang. 240 orang di antaranya di Makassar. Sebagian besar sembuh dengan perawatan mandiri dan beberapa orang lainnya harus dirawat di rumah sakit.

Almarhum Khaerul Arham sehari-hari bertugas di instalasi pusat jantung terpadu RSUP Wahidin Sudirohusodo. Sebulan lalu bertugas sebagai tim Covid-19 di unit infection center RSUP Wahidin Sudirohusodo.

"Setelah bertugas sebulan, almarhum lalu menjalani karantina selama 15 hari kemudian kembali bertugas di instalasi pusat jantung terpadu. Seminggu kemudian tiba-tiba demam tinggi. Dilakukan screening dan ternyata positif Covid-19," kata Abdul Rahmat.

Langsung dirawat intensif selama dua minggu dengan pelayanan Covid-19 di infection center, dengan penanganan dokter ahli tim Covid-19 RSUP Wahidin Sudirohusodo.

Mulai dari deman, kondisi terus menurun selama dalam perawatan. Mengalami sesak napas, kemampuan paru-paru tidak bisa lagi menyuplai oksigen sehingga harus dibantu dengan alat bantu pernapasan.

"Dua, tiga hari terakhir kondisi betul-betul menurun dan meninggal dunia," terangnya. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP