Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sempat longsor timpa rumah warga, Gunung Buthak akhirnya diruntuhkan

Sempat longsor timpa rumah warga, Gunung Buthak akhirnya diruntuhkan Ilustrasi Gunung Meletus. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebuah bukit di kawasan Gunung Buthak, Dusun Jentir, Sambirejo, Ngawen, Gunungkidul, DIY akhirnya diruntuhkan oleh Pemkab Gunungkidul karena mengancam belasan rumah warga yang ada di sekitarnya. Bukit di Gunung Buthak yang diruntuhkan ini sebelumnya pernah longsor pada Jumat (3/3) lalu.

Gunung Buthak ini longsor karena aktivitas pertambangan batu karst yang dilakukan. Material longsoran di Gunung Buthak ini meluluh lantakkan rumah milik Manto Miharjo (80). Akibatnya Manto dan istrinya, Tugiyem (75) tewas tertimbun material longsor. Material longsor ini juga mengubur truk dan alat berat yang digunakan untuk menambang batu karst.

Menurut Kepala BPBD Gunungkidul, Budhi Harjo, paska terjadi longsor, sisa material di atas bukit masih banyak jumlahnya. Sisa material ini sewaktu-waktu bisa longsor dan mengancam 27 kepala keluarga dengan jumlah anggota 86 jiwa.

"Proses meruntuhkan material di atas bukit tidak menggunakan alat berat apalagi bahan peledak seperti dinamit. Semuanya dilakukan manual. Sebab jika menggunakan alat berat atau dinamit di bawah lokasi yang diruntuhkan ada beberapa rumah warga yang nerpotensi terkena dampak," terang Budhi saat dihubungi Sabtu (18/3).

Budhi menerangkan bahwa proses meruntuhkan bukit itu menggunakan jack hammer dan gergaji. Sebanyak 125 personil gabungan dari anggota TNI, Polri, BPBD dan relawan dikerahkan untuk meruntuhkan bukit Gunung Buthak secara maksimal.

"Prosesnya dipecah manual pakai jack hammer dan gergaji. Setelah itu, bagian batuan yang dipotong lantas diberitali dan ditarik secara manual agar tidak jatuh ke bawah dan mengenai rumah warga terdampak," papar Budhi.

Budhi memerkirakan waktu untuk meruntuhkan bukit tersebut memerlukan waktu kurang lebih sepekan. Proses pengerjaan yang manual membuat proses meruntuhkan bukit tersebut tidak bisa cepat.

Hingga saat ini sebanyak 86 orang warga masih mengungsi ke tempat yang aman. Selain ditampung di Balai Dusun Jentir, ada pula warga yang mengungsi ke rumah saudaranya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP