Unjuk rasa yang berujung ricuh di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (29/8) menelan korban jiwa. Adalah Rusdamdiansyah (25) tewas dikeroyok usai disebut-sebut sebagai anggota intelijen.
Usut punya usut, ternyata korban adalah seorang pengemudi ojek online. Ia telah bergabung dengan Grab selama lebih dari tujuh tahun. Berita duka ini disampaikan langsung oleh Halim Wijaya, Director of East Indonesia Operations Grab Indonesia, kepada Liputan6.com.
Ia menyatakan bahwa almarhum bukan sekadar driver ojol, tetapi juga merupakan bagian yang sangat berarti dari keluarga besar Grab.
“Beliau bukan hanya seorang Mitra Pengemudi, tetapi juga pejuang jalanan yang setia, sahabat bagi sesama mitra, dan bagian penting dari keluarga besar Grab. Kehilangan ini sungguh berat, bukan hanya bagi keluarga almarhum, tetapi juga bagi seluruh komunitas Grab di Makassar dan di Indonesia,” ungkap Halim Wijaya pada Sabtu (30/8).
Rusdamdiansyah meninggal dunia setelah dikeroyok oleh massa di Jalan Urip Sumoharjo, tepat di depan kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI). Ia dituduh sebagai intel ketika berada di tengah kerumunan yang sedang ricuh. Meskipun korban sempat dilarikan ke RSUP Kemenkes Makassar di kawasan CPI, sayangnya, nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Advertisement
Pihak Grab menjamin akan memberikan santunan kepada keluarga almarhum serta mengembalikan semua hak-haknya sebagai mitra, termasuk saldo yang ada di dompet digital. Selain itu, Grab juga telah menyiapkan pendampingan hukum serta perlindungan bagi mitra lainnya yang terkena dampak dari kerusuhan di Makassar.
"Saat ini saya sedang berada di bandara menuju Makassar untuk bertemu langsung dengan pihak keluarga di rumah duka. Kami akan memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban," ucapnya.
Di samping itu, Grab juga telah membentuk Tim Satgas Darurat Mitra dan membuka hotline darurat khusus untuk memastikan mitra ojek online mendapatkan akses bantuan yang lebih cepat, baik dalam situasi darurat maupun pendampingan setelah kejadian.
"Ini adalah upaya kami untuk memenuhi amanah dari keresahan para mitra. Fokus kami adalah memberikan aksi nyata, bukan hanya sekadar janji," tambah Halim. Dengan meninggalnya Rusdamdiansyah, total korban yang meninggal akibat kerusuhan Makassar kini menjadi empat orang. Tiga korban lainnya terdiri dari Staf DPRD Makassar Sarinawati (26), Staf Humas DPRD Makassar Akbar Basri alias Abay (26), serta Kasi Kesra Kecamatan Ujung Tanah, Syaiful (43).