Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Selama Juni, 70 Pasien Covid-19 Dirawat di RS Siloam Paal Dua Manado

Selama Juni, 70 Pasien Covid-19 Dirawat di RS Siloam Paal Dua Manado

Merdeka.com - Sebanyak 70 pasien Covid-19 dirawat di Siloam Hospitals Paal Dua, Kota Manado, Sulawesi Utara selama bulan Juni 2020. Jumlah tersebut terdiri dari 38 pasien pria dan 32 wanita. Guna mencegah pandemi, area rumah sakit dibagi tiga zona meliputi zona merah untuk areal laboratorium, zona kuning bagi layanan manajemen hingga zona hijau untuk kedatangan pasien maupun layanan lainnya dengan mengacu dan mengikuti protokol kesehatan.

"Terkonfirmasi terpapar Corona sebanyak 63 pasien dan 7 pasien berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP)," kata Direktur RS Siloam Paulina Kasih dalam webinar "Pelaksanaan Pelayanan Covid-19 di Rumah Sakit", baru-baru ini.

Menurut Paulina Kasih, sebagai rumah sakit rujukan, pihaknya menggunakan amanah tersebut sebagai ajang dedikasi dan bentuk bakti tanggung jawab kepada masyarakat di Sulawesi Utara. Hal tersebut dilihat dalam bentuk presentasi pada webinar yang tidak saja diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan, namun turut diikuti pula oleh Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Sulut dan sejumlah Direktur Utama dari beberapa rumah sakit lainnya di kota Manado.

"Kami melayani 7x24 jam, tidak saja didampingi perawat dan dokter umum, namun layanan pasien Corona juga dilayani oleh para dokter spesialis. Selain itu layanan laboratorium, radiologi dan kamar operasi kami operasikan setiap hari 1x24 jam termasuk layanan persalinan ibu hamil yang mengalami gejala atau terpapar corona," tutur Paulina.

Dikatakannya, dalam pembiayaan, lebih dari 75 persen para pasien ditanggung melalui anggaran pemerintah melalui skema Kejadian Luar Biasa Covid-19 (KLBC), sisanya sebesar 25 persen melalui asuransi dan pembiayaan personal.

"Sejak April hingga Juni 2020, pelayanan mengalami peningkatan jumlah pasien dan sebagian besar pembiayaan KLBC," imbuh Paulina.

Rinciannya adalah sejak 20 April sampai dengan Juni 2020 jumlahnya 106 pasien terdiri dari pria 56 pasien dan wanita 50 pasien.

Sementara itu, dokter spesialis penyakit dalam Siloam Hospitals Paal Dua Manado, Agung Nugroho turut mengingatkan bahwa pandemi diperkirakan akan berlangsung lama termasuk infeksi (pemaparan virus) yang sifatnya hilang dan timbul. Agung Nugroho turut menyoroti tingginya mortalitas di Sulawesi Utara hingga 6,05 persen terutama pada pasien lanjut usia dan pasien dengan penyakit bawaan.

"Pesan yang ingin saya sampaikan akan pandemi yang akan berlangsung cukup lama ini, bahwa perlu adanya definisi dalam melaksanakan penanganan Covid-19. Ambil contoh pada penanganan pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA. Secara praktis semua pasien pneumonia berat dianggap sebagai probable covid sampai terbukti PCR negatif atau positif," tutur Nugroho dalam kesempatan di webinar.

Dikatakannya, Tata Laksana Covid 19, khususnya pada periode new normal dapat dilaksanakan melalui tahapan Asimptomatik dan Simptomatik, khususnya pada penanganan penyakit dalam meliputi jantung, otak dan lainnya.

"Harus diwaspadai bila pasien Covid 19 memiliki bawaan penyakit lainnya, misalnya adanya bawaan penyakit jantung atau susah bernapas. Dalam tahapan Asimptomatik, terdapat 10 hingga 40 persen pasien tidak bergejala, dapat menularkan dan beberapa hari kemudian terbukti terpapar Corona. Ini merupakan potensi penularan. Sedangkan tahapan Simptomatik merupakan fase pengobatan dengan melalui terapi, seperti pemberian oksigen, ventilator hingga terapi cairan," pungkas Agung.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP