Sekuriti DPP PDIP yang Diduga Antar Harun Masiku ke PTIK Irit Bicara

Rabu, 26 Februari 2020 20:07 Reporter : Merdeka
Sekuriti DPP PDIP yang Diduga Antar Harun Masiku ke PTIK Irit Bicara Nurhasan. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Petugas Keamanan DPP PDIP, Nurhasan irit bicara usai diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Nurhasan yang diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap penetapan anggota DPR RI Fraksi PDIP Harun Masiku ini tak bersedia menjawab pertanyaan awak media.

"Enggak ada. Tanya ke dalam saja," ujar dia di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (26/2).

Ketika ditanya apakah dirinya ditelisik soal keberadaan Harun Masiku, Nurhasan meminta awak media bertanya langsung kepada penyidik.

Begitu juga saat dicecar soal kebenaran dirinya yang mengantar Harun Masiku ke Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) saat operasi tangkap tangan (OTT) terhadap mantan anggota KPU Wahyu Setiawan terjadi, Nurhasan memberikan jawaban serupa.

"Enggak. Enggak. Tanya saja ke dalam, tanya ke KPK," kata dia sambil terus menghindari awak media.

Berdasarkan informasi yang beredar, Nurhasan merupakan pihak yang mengantar Harun Masiku ke PTIK untuk bersembunyi dari kejaran tim penindakan KPK saat operasi senyap terjadi pada 8 Januari 2020.

Di PTIK, Harun Masiku disebut telah ditunggu oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Saat tim penindakan hendak mengamankan Harun di PTIK, tim penindakan malah diinterogasi hingga tes urine.

Namun kabar soal Harun Masiku menemui Hasto di PTIK telah dibantah oleh Hasto. Menurut Hasto, saat OTT terjadi, dirinya tengah sibuk mengurus rakernas PDIP yang diselenggarakan di JIExpo Kemayoran.

1 dari 1 halaman

Tersangka Suap anggota KPU

Politikus PDIP Harun Masiku dijerat sebagai tersangka kasus dugaan suap terhadap mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan terkait penetapan anggota DPR terpilih 2019-2024.

Tak hanya Harun Masiku dan Wahyu Setiawan, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya dalam kasus tersebut. Yakni mantan Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, dan Saeful Bahri pihak swasta.

Pemberian suap untuk Wahyu itu diduga untuk membantu Harun dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP yang meninggal dunia yaitu Nazarudin Kiemas pada Maret 2019. Namun dalam pleno KPU pengganti Nazarudin adalah caleg lainnya atas nama Riezky Aprilia.

Wahyu diduga sudah menerima Rp600 juta dari permintaan Rp900 juta. Dari kasus yang bermula dari operasi tangkap tangan pada Rabu, 8 Januari 2020 ini, tim penindakan KPK menyita uang Rp400 juta.

Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6.com [eko]

Baca juga:
Komisioner KPU Evi Novida Klaim Tak Pernah Bertemu Tersangka Suap Harun Masiku
Firli Bahuri Janjikan Tangkap Koruptor Masuk DPO, Termasuk Sjamsul Nursalim
Kasus Suap PAW Harun Masiku, Hasto Penuhi Panggilan KPK
Apa Kabar Harun Masiku, Begitu 'Sakti' Hingga Kini Belum Ditemukan
Demokrat Duga Harun Masiku Dibunuh, PDIP Tolak Ikut Campur
Yasonna Ngaku Tak Kenal Masiku, Politisi Demokrat Bilang 'Jangan Bohong Pak Menteri'
Kasus Suap PAW Harun Masiku, KPK Kembali Panggil Ketua KPU Arief Budiman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini