Sejumlah Staf Anggota DPR Reaktif Covid-19 Usai Rapid Test di Lantai 22

Senin, 29 Juni 2020 18:50 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah, Muhammad Genantan Saputra
Sejumlah Staf Anggota DPR Reaktif Covid-19 Usai Rapid Test di Lantai 22 Gedung DPR. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi VII Alex Noerdin menyampaikan 10 orang di dalam gedung DPR dikabarkan positif virus corona atau Covid-19. Informasi tersebut disampaikan Alex saat rapat bersama PT (Persero) Pertamina.

"Baru didapat kabar 5 menit yang lalu di lantai atas, saya nggak sebut lantai berapa, 10 orang ditemukan positif," ungkapnya di ruang komisi VII DPR, Jakarta, Senin (29/6).

Politikus Partai Golkar itu lantas mengajak peserta rapat untuk mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19.

"Bapak Ibu sekalian pengumuman penting patuhi protokol kesehatan," katanya.

Protokol kesehatan yang kerap harus dipatuhi ialah menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan. "Jadi tolong patuhi protokol kesehatan," kata Alex.

1 dari 1 halaman

Lantai 22-23 Gedung Nusantara I DPR diketahui menjadi kantor Fraksi Partai NasDem. Sekretaris Fraksi Partai NasDem DPR Saan Mustofa membenarkan ada sejumlah orang reaktif Covid-19 di lantai 22. Laporan itu didapat usai NasDem menggelar rapid test yang digelar rutin tiap dua minggu.

"Tadi pagi sampai siang rapid test, yang secara berkala tiap 2 minggu. Iya ada yang reaktif," ungkap Saan.

Saan menuturkan, hasil rapid test menunjukkan sekitar 7 orang reaktif Covid-19. Ketujuh orang tersebut adalah staf anggota DPR. Anggota DPR nihil reaktif atau positif Covid-19 usai menjalani rapid test.

"Staf semua, anggota enggak ada. 7 orang," tutur dia.

Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni juga membenarkan kabar tersebut. Dia menyebut seluruh staf anggota DPR reaktif Covid-19 tersebut akan menjalani test swab.

"Sudah diarahkan untuk swab test," jelas Sahroni.

Sahroni menambahkan, operasional Fraksi Partai NasDem diliburkan sampai 6 Juli 2020 imbas temuan ini. "Diliburkan sampai 6 Juli," tutup Sahroni. [ray]

Baca juga:
Bupati Tapteng Pastikan Pecat ASN yang Palsukan Dokumen Rapid Test
Palsukan Dokumen Rapid Test, Staf RS dan Perawat di Tapanuli Tengah Ditangkap
Hasil Lebih Akurat, Unpad Kenalkan Alat Rapid Test Bernama Deteksi Cepad
Jelang Verifikasi Faktual, 250 PPS di Kabupaten Tasik Jalani Rapid Test
Jalani Rapid Test, 160 Pedagang Pasar Sukaramai Pekanbaru Non Reaktif

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini