Amat Muzakhim (56) menjadi sasaran tembakan orang tidak dikenal saat sedang duduk di teras rumahnya bersama sejumlah tamu pada Sabtu (14/2) malam. Ada Dugaan korban hampir menjadi percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh orang tak dikenal mengendarai motor.
"Jadi pelaku orang tidak kenal (OTK) mengenakan helm dan masker itu datang dan berhenti depan rumah dan langsung menembakkan ke arah saya tapi meleset. Tapi tidak ada luka, hanya proyektil sudah disita kepolisian," kata Amat yang merupakan suami dari Hj Nur Fatwah anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Komisi A Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Minggu (15/2).
Kejadian bermula ketika ia baru saja pulang ke rumah sekitar pukul 20.30 Wib usai mengikuti sejumlah kegiatan di luar dan sempat menerima beberapa tamu, termasuk seorang kepala desa. Tiba-tiba ada orang tak dikenal turun dari motor langsung menghadap ke arah barat dan menoleh ke arah teras di Dukuh Cap Gawen, Kelurahan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
"Pelaku nembak satu kali jaraknya sekitar 10 meter. Keluar api, dan setelah itu orang tersebut langsung kabur," ungkapnya.
Amat mengaku sempat berniat mengejar pelaku, namun mengurungkan niat tersebut karena menyadari pelaku diduga membawa senjata api.
"Saya tangan kosong, sementara dia bawa pistol. Akhirnya saya tidak jadi mengejar,” ujarnya.
Pelaku ciri-ciri pelaku memiliki tinggi sekitar 170 sentimeter dengan postur tubuh sedang. Pelaku mengendarai sepeda motor Vario berwarna hitam dengan pelat nomor yang ditutupi kantong plastik kresek.
Advertisement
Terkait dugaan motif, Amat mengaku tidak memiliki persoalan pribadi dengan siapa pun. Namun, saat ini ia memang tengah fokus mendampingi sebuah kasus penculikan pedagang martabak yang masih dalam proses penanganan di Polda Jawa Tengah.
"Kalau ada kaitannya atau tidak, saya belum bisa memastikan. Wallahualam. Tapi fokus saya memang masih mendampingi kasus penculikan itu, yang menurut saya ada indikasi salah tangkap dan salah informasi," jelasnya.
Advertisement
Pasca kejadian, aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah barang bukti, termasuk proyektil, telah sita kepolisian.
"Saya sudah sampaikan ke penyelidik, CCTV ada dan sudah diserahkan. Kasus ini saya serahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian untuk mengungkap pelaku," tandasnya.