Sebut Jokowi Setuju Rektor Asing, Menristek Dikti Belum Tahu Kapan akan Diberlakukan

Kamis, 1 Agustus 2019 17:47 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Sebut Jokowi Setuju Rektor Asing, Menristek Dikti Belum Tahu Kapan akan Diberlakukan Menristekdikti Umumkan Hasil SNMPTN 2019. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, M Nasir, menyatakan sejumlah Rektor asing sedang membidik peluang untuk memimpin perguruan tinggi di Indonesia. Hal itu berdasarkan pernyataan Presiden Joko Widodo atas usulan secara lisan kepada Presiden soal rencana 'rektor impor'.

"Korea Selatan sudah menawarkan diri. Amerika dan Inggris juga sudah menanyakan prosedur, tinggal nanti bagaimana bentuk tim," kata M Nasir di Semarang, Kamis (1/8).

Dia menyebut bahwa pada dasarnya setiap perguruan tinggi bisa dipimpin rektor asing.

"Bisa kampus negeri dan swasta. Bisa PTNBH, bisa PTNBLU, dan bisa PTN Satker," ujarnya.

Meski begitu, Nasir belum bisa secara tegas menyatakan kapan program rektor asing bisa terealisasi. Menurutnya, harus ada perbaikan tata kelola sebelum pemerintah memutuskan mengimpor rektor untuk memimpin suatu perguruan tinggi di Indonesia.

"Jadi harus kita lakukan perbaikan tata kelola. Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri diperbaiki. Kami sudah kompilasi, nanti akan saya laporkan pada rapat kabinet. Saya sudah sampaikan ke Presiden secara lisan, beliau setuju," ungkap Nasir.

Nasir mengaku pernah mengeluarkan wacana rektor asing pada 2016. Ketika wacana itu kembali bergulir, Nasir bertekad program rektor asing harus bisa terealisasi.

Nasir menyatakan Indonesia punya 4.700 perguruan tinggi. Dia ingin hingga 2024, sudah ada lima perguruan tinggi yang dipimpin rektor asing. "Kita punya banyak perguruan tinggi. Ambil contoh dua atau lima kampus selama 2020 sampai 2024. Kasih kesempatan orang asing jadi rektor di Indonesia," tutup Nasir. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini