Sebelum Wacana Sertifikat Pra Nikah, Kemenag Tangerang Sudah Terapkan Kursus Nikah

Rabu, 20 November 2019 01:04 Reporter : Kirom
Sebelum Wacana Sertifikat Pra Nikah, Kemenag Tangerang Sudah Terapkan Kursus Nikah buku nikah. ©wordpress.com

Merdeka.com - Pemerintah berencana menjalankan program sertifikasi persiapan perkawinan pada tahun 2020. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tangerang masih menunggu instruksi pemerintah pusat terkait sertifikat pra nikah. Saat ini, Kemenag sudah menelurkan sertifikat kursus calon pengantin (Suscatin).

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Kemenag Kabupaten Tangerang, Islam Hariri mengungkapkan, sertifikat pra nikah baru sebatas wacana.

"Itu kita belum bisa melaksanakan, karena belum ada instruksi dan aturannya atau juknisnya (petunjuk teknis)," Hariri, Selasa (19/11).

Sejauh ini pihaknya baru sebatas mengimbau pasangan calon pengantin di Kabupaten Tangerang untuk mengikuti kegiatan suscatin. Itupun sifatnya tidak wajib diikuti.

"Kalau kita melaksanakan suscatin (sertifikat Kursus Calon Pengantin), ini sudah lama. Cuma baru sebatas imbauan, artinya belum menjadi persyaratan utama dalam pelaksanaan pernikahan," ujar dia.

Suscatin saat ini diberikan selama 4 kali selama 2 hari. Kemudian Setelah mendapatkan pelajaran, calon pengantin akan mendapatkan piagam.

"Namun nanti di 2020 selain mendapatkan sertifikat mereka juga akan mendapatkan pengetahuan," ungkap dia.

1 dari 3 halaman

Positif Untuk Calon Pengantin

Menurutnya, kebijakan sertifikasi pasangan pra nikah tersebut, sudah diterapkan di negara lain. Salah satunya di Brunei Darussalam. Dia menilai, pembekalan atau pelatihan bagi pasangan calon pengantin itu penting. Sebelum, pasangan melangsungkan pernikahan dan membina rumah tangga.

"Kita juga menghendaki seperti itu, setiap calon pengantin mendapatkan pembekalannya, persiapan masa rumah tangga dan itu sudah kita lakukan sebenarnya," kata dia.

Akan tetapi tetap harus dikaji apakah kebijakan itu menjadi syarat bisa menikah atau tidak. Karena sesungguhnya dampaknya positif bagi calon pengantin.

"Kita berikan ilmu pengetahuan ekonomi, kewajiban suami istri, ilmu kesehatan reproduksi, merawat anak psikologi jadi sangat positif umumnya," jelasnya.

2 dari 3 halaman

Tidak Lulus Tak Boleh Nikah

Pemerintah berencana menjalankan program sertifikasi persiapan perkawinan pada tahun 2020. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mengatakan pasangan yang belum lulus sertifikasi tak diizinkan menikah.

"Ya, sebelum lulus mengikuti pembekalan enggak boleh nikah," kata Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (14/11).

Muhadjir menjelaskan, program sertifikasi persiapan perkawinan berbeda dengan konseling pra nikah yang sudah dijalankan Kantor Urusan Agama (KUA). Selama ini, KUA hanya menjelaskan tentang tujuan pernikahan, hak dan kewajiban suami-istri kepada calon mempelai sebelum acara pernikahan.

3 dari 3 halaman

Cegah Perceraian

Sementara sertifikasi persiapan perkawinan akan memberikan pengetahuan yang lebih komprehensif kepada calon mempelai mulai dari kesehatan reproduksi, pencegahan terhadap berbagai macam penyakit, persiapan menjelang kehamilan hingga cara merawat anak.

"Ini akan melibatkan kementerian yang terkait misalnya untuk bidang kesehatan reproduksi dan kemudian pencegahan terhadap berbagai macam penyakit, terutama yang berkaitan dengan janin, anak-anak usia dini dan seterusnya itu bisa diantisipasi oleh Kementerian Kesehatan," jelasnya.

Sebelumnya, Muhadjir menyebut program sertifikasi persiapan perkawinan tak memungut biaya alias gratis. Program ini bertujuan menekan angka perceraian di Tanah Air.

"Ini untuk menekan angka perceraian segala itu loh," ujarnya. [noe]

Baca juga:
Kemenko PMK: Tak Ikut Bimbingan Pranikah Bukan Berarti Tidak Boleh Menikah
Menko Muhadjir Sebut Sertifikasi Pranikah Pengembangan Program Suscatin Kemenag
Muhadjir Sebut Pembekalan Pranikah untuk Atasi Calon Keluarga Miskin
Menko PMK: Sertifikat Nikah Agar Calon Pengantin Siap Berumah Tangga
Wapres Ma'ruf Minta Masyarakat Tak Perlu Khawatir Soal Sertifikat Perkawinan

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini