Sebelum Eksekusi, 2 Pelaku Intai Calon Pendeta Selama Seminggu

Jumat, 29 Maret 2019 17:19 Reporter : Irwanto
Sebelum Eksekusi, 2 Pelaku Intai Calon Pendeta Selama Seminggu dua pelaku pembunuhan calon pendeta. ©2019 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Aksi pembunuhan calon pendeta Melindawati Zidemi (24) ternyata sudah direncanakan cukup lama. Kedua tersangka, Hendri (18) dan Nang (20), mengintai korban sejak seminggu sebelum eksekusi.

Tersangka Hendri mengaku menaruh dendam karena tersinggung hinaan korban dengan kata-kata wajah jelek. Dia pun merencanakan perkosaan untuk meluapkan emosinya.

"Saya ngobrol dengan Nang, tahunya dia ada niat memperkosa juga. Jadi kami atur rencana selama seminggu," ungkap tersangka Hendri di Mapolda Sumsel, Jumat (29/3).

Dalam kurun waktu seminggu itu, mereka memperhatikan kebiasaan korban. Kedua tersangka pun sepakat mengeksekusi saat korban pulang dari pasar yang biasa ia lakukan setiap hari. Mereka menyiapkan perlengkapan, mulai dari kayu, karet ban, dan sebo.

"Setiap sore kami duduk santai di basecamp, kami intai dia setiap hari. Hari Senin itu baru kami buntuti karena tahu dia pergi ke pasar," ujarnya.

Di TKP, kedua tersangka menaruh dua batang kayu di tengah jalan dan bersembunyi. Begitu melintas, mereka keluar yang langsung mencegat dan menarik korban Melinda dan NP (9) ke kebun sawit.

"Nang ikat anak kecil itu, dia cekik. Saya pegangi Melinda. Kami kira anak kecil itu sudah meninggal jadi kami buang," kata dia.

Sementara tersangka Nang mengaku batal memperkosa karena korban sedang datang bulan. Namun dia sempat melakukan perbuatan tak senonoh pada korban.

"Dia melawan terus walaupun sudah diikat," akunya.

Nang berdalih tidak berniat menghabisi nyawa korban. Niat itu muncul setelah penutup wajahnya tersingkap dan sempat dilihat korban.

"Kami sama-sama mencekik lehernya sampai mati. Terus kami seret dan buang ke semak-semak," pungkasnya. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini