Satgas Pamputer Intensifkan Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Damau Bowone Talaud

Satgas Pamputer Kodim 1312/Tld bersama warga terus mencari Yulianus Genggang, nelayan yang hilang di perairan Damau Bowone Talaud sejak Sabtu (31/1). Pencarian Nelayan Hilang Talaud ini masih berlanjut, dengan harapan korban segera ditemukan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Satgas Pamputer Intensifkan Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Damau Bowone Talaud
Tim Satgas Pamputer terus melakukan pencarian nelayan hilang di perairan Damau Bowone, Talaud, sejak Sabtu lalu. Bagaimana upaya yang dilakukan untuk menemukan Yulianus Genggang? (AntaraNews)

Tim Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamputer) Kodim 1312/Tld mengerahkan personel untuk mencari seorang nelayan yang hilang di perairan Damau Bowone, Kabupaten Kepulauan Talaud. Nelayan bernama Yulianus Genggang tersebut belum kembali setelah melaut sejak Sabtu, 31 Januari 2026. Upaya pencarian Nelayan Hilang Talaud ini terus diintensifkan oleh aparat dan warga setempat.

Komandan Satgas Pamputer Kodim 1312/Tld, Letkol Arh Yanuar Yudistira, mengonfirmasi operasi pencarian ini pada Selasa (3/2). Tim yang dipimpin Sertu Thomas dari Posad Kabaruan berfokus menyisir lokasi terakhir korban terlihat. Kejadian ini telah menimbulkan kekhawatiran mendalam di kalangan keluarga dan masyarakat Desa Damau Bowone.

Yulianus Genggang, warga Desa Damau Bowone, terakhir kali melaut pada Sabtu pagi sekitar pukul 05.00 Wita. Istrinya, Sudarti Umbeang, melaporkan kehilangan suaminya pada Minggu, 1 Februari 2026, setelah Yulianus tak kunjung pulang hingga malam hari. Laporan ini menjadi titik awal dimulainya operasi pencarian.

Pada Sabtu, 31 Januari 2026, Yulianus Genggang, seorang nelayan lokal dari Desa Damau Bowone, memulai rutinitas melautnya. Ia berangkat dari pesisir sekitar pukul 05.00 Wita, seperti kebiasaannya sehari-hari untuk mencari nafkah. Namun, hari itu menjadi berbeda dari biasanya, karena ia tidak kembali ke daratan seperti yang diharapkan keluarganya.

Menjelang sore hari, sekitar pukul 17.45 Wita, istri Yulianus, Sudarti Umbeang, mulai merasakan kekhawatiran yang mendalam. Ia menunggu dengan cemas di tepi pantai, berharap suaminya segera tiba dengan hasil tangkapan. Sayangnya, hingga malam hari tiba, Yulianus tidak kunjung menampakkan diri, menimbulkan kecemasan yang semakin besar bagi keluarga.

Keesokan harinya, pada Minggu, 1 Februari 2026, Sudarti Umbeang memutuskan untuk melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang. Laporan kehilangan ini segera ditindaklanjuti, memicu dimulainya operasi pencarian besar-besaran. Pihak berwenang dan masyarakat setempat bahu-membahu mencari keberadaan Nelayan Hilang Talaud ini.

Setelah laporan diterima, personel Satgas Pamputer Posad Kabaruan segera bergerak cepat untuk melakukan penyisiran di perairan Damau Bowone. Operasi pencarian ini dipimpin langsung oleh Sertu Thomas, yang bertindak atas perintah Danposad Kabaruan Lettu Kav Baeni Iqfandi Senaroja. Mereka berkoordinasi erat dengan warga setempat yang memiliki pengetahuan tentang kondisi perairan.

Dalam upaya menemukan Yulianus, tim pencari memanfaatkan lima perahu pumboat milik masyarakat. Perahu-perahu ini digunakan untuk menyisir area yang diperkirakan menjadi lokasi terakhir korban terlihat atau melintas. Meskipun berbagai metode dan sumber daya telah dikerahkan, hingga saat ini korban belum berhasil ditemukan, menambah keprihatinan semua pihak.

Letkol Arh Yanuar Yudistira menegaskan bahwa personel Satgas Pamputer akan tetap bersiaga penuh dan terus berkoordinasi. Koordinasi dilakukan dengan pihak terkait lainnya serta keluarga korban untuk melanjutkan upaya pencarian. Harapan besar disematkan agar kondisi cuaca tetap mendukung sehingga operasi pencarian dapat berjalan optimal dan Yulianus segera ditemukan.

Letkol Yanuar juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan, kepedulian, dan keterlibatan aktif dari seluruh jajaran Satgas Pamputer Kodim 1312/Tld. Hal ini sangat krusial dalam mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah penugasan, khususnya dalam menghadapi situasi darurat dan kemanusiaan seperti kasus Nelayan Hilang Talaud ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi