Satgas Ops Damai Cartenz Lumpuhkan Komandan Batalyon Semut Merah KKB Kodap Yahukimo, Berikut Rekam Jejaknya

Peristiwa ini berawal dari aksi pembacokan terhadap dua warga sipil bernama Bernior Telena (36).

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Satgas Ops Damai Cartenz Lumpuhkan Komandan Batalyon Semut Merah KKB Kodap Yahukimo, Berikut Rekam Jejaknya
Satgas Ops Damai Cartenz Lumpuhkan Komandan Batalyon Semut Merah KKB Kodap Yahukimo, Berikut Rekam Jejaknya (Merdeka.com)

Satgas Operasi Damai Cartenz dan aparat gabungan melakukan penegakan hukum terhadap seorang yang menamakan dirinya sebagai Komandan Batalyon Semut Merah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap Yahukimo. Ia diketahui atas nama Lipet Sobolim alias Cocor Sobolim alias Junior Bocor Sobolim.

"Petugas berhasil melumpuhkan pelaku dan sempat dilarikan ke RSUD Dekai namun dinyatakan meninggal dunia saat tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD), Kamis (6/11)," kata Kaops Damai Cartenz Brigjen Faizal Ramadhani dalam keterangannya, Jumat (7/11).

Ia menjelaskan, peristiwa ini berawal dari aksi pembacokan terhadap dua warga sipil bernama Bernior Telena (36) dan Soleman Ilu (30) di Jalan Baliem, Jalur 1, Distrik Dekai.

Kedua korban kemudian mengalami luka bacok dan langsung dengan segera dilarikan ke RSUD Dekai untuk mendapatkan perawatan medis. Menindaklanjuti laporan warga tersebut, tim gabungan langsung bergerak cepat melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap para pelaku.

"Sekitar pukul 19.55 WIT, tim berhasil menemukan salah satu pelaku utama yang kemudian diketahui sebagai Lipet Sobolim," ujarnya.

Dirinya menyebut, Lipet Sobolim telah berganti nama sebanyak tiga kali, dari Lipet Sobolim alias Cocor Sobolim, dan terakhir menjadi Junior Bocor Sobolim. Hal ini dilakukan untuk mengelabuhi petugas.

Berdasarkan catatan, Lipet Sobolim alias Cocor Sobolim disebutnya merupakan komandan batalyon semut merah KKB di Yahukimo yang memiliki rekam jejak panjang dalam serangkaian aksi kejahatan bersenjata di wilayah Papua Pegunungan.

"Penyerangan terhadap pekerja tambang ilegal di Kampung Kawe Mining 63, Distrik Awibom, Pegunungan Bintang (27 Agustus 2023) yang menewaskan dua orang dan melukai lima lainnya," sebutnya.

"Pembunuhan terhadap pekerja tambang ilegal bernama Anas (27 Desember 2023) di Camp 33, Kampung Kawe, Distrik Awimbom," tambahnya.

Kemudian, pembunuhan terhadap pekerja tambang ilegal bernama Ariston Kamma (9 April 2025) di Kampung Kawe, Distrik Awibom.

Faizal menegaskan, tindakan terhadap pelaku bersenjata merupakan bentuk penegakan hukum yang tegas dan terukur.

"Pelaku Lipet Sobolim merupakan komandan batalyon semut merah yang aktif melakukan berbagai aksi kekerasan terhadap masyarakat sipil dan aparat keamanan. Penegakan hukum yang dilakukan merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah Yahukimo agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman," tegasnya.

Setelah tewasnya Lipet Sobolim, aparat keamanan akan meningkatkan kewaspadaan di seluruh pos pengamanan untuk mengantisipasi potensi aksi balasan dari kelompoknya.

Sementara itu, Wakaops Damai Cartenz Kombes Adarma Sinaga menjelaskan, keberhasilan ini merupakan hasil koordinasi cepat antara tim gabungan Satgas Damai Cartenz, Polres Yahukimo, dan Brimob Polda Papua.

"Begitu laporan pembacokan diterima, tim langsung melakukan respon cepat di lapangan. Hasilnya, dalam waktu kurang dari dua jam, pelaku berhasil dilumpuhkan. Ini menunjukkan kesiapsiagaan personel dalam melindungi masyarakat dari ancaman KKB," ujar Adarma.

Adarma menegaskan, dua korban sipil saat ini dalam kondisi stabil dan telah mendapatkan perawatan medis di RSUD Dekai.

"Satgas Ops Damai Cartenz memastikan akan terus melakukan langkah-langkah penegakan hukum terhadap jaringan kelompok bersenjata yang masih aktif di wilayah Yahukimo dan sekitarnya," tegasnya.

"Kami imbau masyarakat tetap tenang dan segera melapor jika mengetahui keberadaan anggota kelompok bersenjata. Kami akan terus hadir menjaga keamanan masyarakat di Tanah Papua," pungkasnya.

Rekomendasi