Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Satgas Depok temukan makanan kedaluwarsa di Carrefour & Hypermart

Satgas Depok temukan makanan kedaluwarsa di Carrefour & Hypermart ITC Depok. ©Google Maps

Merdeka.com - Jelang ramadan, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kota Depok melakukan pemantauan ke sejumlah pasar modern. Antara lain di Carrefour ITC Depok dan Hypermart Detos, Senin (22/5). Pada dua pasar swalayan itu petugas masih ditemukan produk tanpa izin dan kedaluwarsa.

Untuk Carrefour ITC Depok, ditemukan sejumlah produk tanpa izin. Antara lain petis udang dengan kode izin sudah tidak berlaku. Dalam produk itu tertulis No PIRT 211357813363, berarti sudah tidak berlaku.

Kemudian ditemukan kacang mete, kacang kedelai dan jagung popcorn produk Mawar Jaya. Pada produk itu tertera izin dari Kementan. Padahal Kementan tidak mengeluarkan izin tersebut. Kemudian, ada juga madu Pure Honey 100 persen belum memiliki izin edar.

Sedangkan di Hypermart Detos, petugas menemukan makanan berupa bolu kodenya masih 12 digit. Padahal seharusnya sudah 15 digit. Kemudian ditemukan kerupuk curah juga tidak ada izin. Ada juga bumbu pecel tidak berizin juga.

Pemantauan ini juga dilakukan untuk mengetahui harga di pasaran. Mengingat pemerintah pusat sudah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk minyak goreng, gula pasir, bawang putih dan daging. Dari hasil pemantauan di sejumlah ritel, para pengelola sudah mematuhi ketentuan tersebut.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Depok, Anim Mulyana mengatakan, dari hasil pemantauan di sejumlah ritel, para pengelola sudah mematuhi ketentuan tersebut. "Untuk HET rata-rata sudah memenuhi untuk di ritel," kata Anim.

Dikatakan lebih lanjut, dari hasil pemantauan pihaknya menemukan sejumlah produk mendekati masa kedaluwarsa, namun masih dijual. Bahkan ditemukan juga satu produk minuman yang sudah kedaluwarsa namun tetap dijual. Pihaknya kemudian menyita minuman itu. "Benar ada temuan tersebut. Kita panggil pengelola dan diberikan pengarahan. Hanya ditemukan satu yang kedaluwarsa. Tetapi yang mendekati ada beberapa. Misalnya kedaluwarsa bulan Agustus, Juli namun masih dijual," ujarnya.

Sementara itu, Store Manager Hypermart Detos, Yanto, mengatakan pihaknya mengaku kecolongan atas temuan itu. Dia mengklaim sudah melakukan pemeriksaan setiap hari terhadap seluruh produknya. "Mungkin itu satu enggak kepantau. Ya lost (kecolongan)," terang Yanto singkat. (mdk/ang)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP