Jayapura — Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz (ODC) telah berhasil menangkap lima anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang berperan sebagai pemasok logistik dan amunisi di Nabire, Provinsi Papua Tengah. Penangkapan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan aparat keamanan untuk memutus jaringan pendukung KKB di wilayah tersebut. Kelima individu ini diduga kuat memiliki keterkaitan dengan kelompok pimpinan Aibon Kogoya yang kerap melakukan aksi kekerasan.
Kasatgas Humas Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo pada Jumat (13/3) menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan di lokasi yang berbeda-beda di sekitar jalur Trans Nabire-Paniai. Operasi ini menunjukkan keseriusan Satgas ODC dalam menjaga stabilitas keamanan serta penegakan hukum di Papua Tengah. Tim Satgas ODC terus melakukan pendalaman guna mengungkap jaringan yang lebih luas.
Penangkapan ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan KKB, khususnya dalam hal ketersediaan pasokan logistik dan amunisi. Dengan terputusnya jalur suplai, kemampuan operasional kelompok bersenjata di wilayah Nabire dan sekitarnya diharapkan dapat melemah secara drastis. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mendukung upaya aparat keamanan.
Advertisement
Advertisement
Penangkapan KKB Nabire oleh Satgas Operasi Damai Cartenz dimulai pada Selasa (10/3), ketika tim berhasil mengamankan dua orang berinisial PW alias PM dan PNW. PW alias PM diketahui telah dua kali bertemu dengan kelompok Aibon Kogoya untuk menyerahkan bahan makanan di dua lokasi berbeda, menunjukkan perannya yang aktif dalam mendukung KKB. Penangkapan awal ini menjadi kunci pembuka untuk pengembangan kasus lebih lanjut.
Selanjutnya, pada Rabu (11/3), tim ODC kembali mengamankan dua individu lainnya, yakni YW (28) dan LW (29). Keduanya ditangkap saat melintas menggunakan sepeda motor Honda Verza berwarna hitam, diduga kuat sedang dalam perjalanan untuk mengantarkan bahan makanan kepada kelompok KKB pimpinan Aibon Kogoya. Penangkapan beruntun ini menegaskan efektivitas intelijen dan operasi lapangan Satgas Damai Cartenz.
Penyelidikan mendalam terus dilakukan untuk mengidentifikasi dan menindak setiap pihak yang terlibat dalam jaringan suplai KKB. Kasus ini menyoroti bagaimana kelompok bersenjata bergantung pada dukungan logistik dari simpatisan di tengah masyarakat. Satgas ODC berkomitmen untuk menumpas semua bentuk dukungan terhadap aktivitas ilegal KKB.
Advertisement
Advertisement
Dalam serangkaian penangkapan KKB Nabire, tim Satgas ODC juga berhasil mengamankan D alias LA, yang diduga memiliki peran krusial sebagai penghubung dalam distribusi amunisi. Penangkapan D alias LA dilakukan di salah satu tempat hiburan yang berlokasi di Nabire, mengindikasikan modus operandi KKB yang memanfaatkan berbagai fasilitas publik. Peran D dalam menyalurkan amunisi sangat vital bagi kelompok Aibon Kogoya.
Kepada penyidik, D mengaku pernah menjual sekitar 100 butir amunisi kepada seseorang berinisial SP dengan harga sekitar Rp250.000 per butir. “Saat ini tim masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkapnya,” kata Kasatgas Humas Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo. Transaksi penjualan amunisi tersebut dilakukan melalui perantara H, yang diduga berperan sebagai pihak penyedia amunisi.
Pengungkapan jaringan pemasok amunisi ini merupakan langkah penting dalam melemahkan kekuatan KKB. Satgas Damai Cartenz akan terus berupaya membongkar seluruh mata rantai pasokan logistik dan amunisi KKB, termasuk mencari keberadaan SP dan H. Operasi ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menciptakan Papua yang aman dan damai dari ancaman kelompok bersenjata.
Advertisement
Sumber: AntaraNews