Salah Satu Tersangka Dugaan Korupsi Kredit Macet Bank NTT Ditangkap Kejati NTT

Rabu, 24 Juni 2020 21:33 Reporter : Ananias Petrus
Salah Satu Tersangka Dugaan Korupsi Kredit Macet Bank NTT Ditangkap Kejati NTT Salah Satu Tersangka Dugaan Korupsi Kredit Macet Bank NTT. ©2020 Merdeka.com/Anansias Petrus

Merdeka.com - Salah satu tersangka dugaan korupsi penyaluran kredit modal kerja dan kredit investasi di Bank NTT Cabang Surabaya tahun 2018, tiba di Kejaksaan Tinggi, Rabu (24/6) sore.

Tersangka atas nama Siswanto Kodrata dibawa ke Kupang melalui Bandara Soekarno Hatta. Saat ini tersangka sementara menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi NTT.

Kajati NTT Yulianto mengatakan, tersangka diamankan tim penyidik di Jakarta. Tersangka Siswanto Kodrata mengajukan kredit sebesar Rp10 miliar, namun tidak dikembalikan sama sekali.

"Atas kerja keras tim, maka yang bersangkutan ditangkap di komplek perumahan mewah, di Jalan Padang, Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan," katanya.

Menurut Yulianto, saat penangkapan terjadi perdebatan lantaran tersangka tinggal di perumahan mewah, namun setelah dijelaskan kepada pihak keamanan perumahan, tersangka berhasil ditangkap oleh tim.

"Saya pesan kepada lima tersangka lain agar mendatangi panggilan kami secara baik, karena dimanapun berada pasti akan kami akan lakukan penindakan," tegasnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur, berhasil menyita uang dari salah satu tersangka kredit macet Bank Nusa Tenggara Timur cabang Surabaya senilai Rp9,5 miliar.
"Kami berhasil menyita uang yang berasal dari salah satu tersangka bernama Muhammad Ruslan sebesar Rp9.509.924.588," Kata Kajati Nusa Tenggara Timur, Doktor Yulianto saat melakukan jumpa pers di ruangan, Selasa (22/6) sore.

Menurut Yulianto, ini merupakan betul-betul kerja dari Tim Kejati Nusa Tenggara Timur. "Pada hari Jumat lalu saya mendapatkan informasi bahwa uang tersebut tersimpan didalam rekening tersangka atas nama Muhammad Rusia, maka pada hari Minggu kita berangkatkan tim ke Jakarta dan berhasil melakukan penyitaan uang tersebut," ungkapnya.

Ia menjelaskan, uang yang disita tersebut tersimpan pada rekening Bank BNI atas nama Muhammad Ruslan dan tersangka ini merupakan kreditur, yang mengajukan kredit sebesar Rp40 miliar dan nilai kredit sebesar Rp38 miliar.

"Kredit sebesar Rp38 miliar ini merupakan kredit yang macet tetapi sudah kita ambil sebesar Rp9 miliar dan sisanya akan kita kejar terus hingga kerugian negara dapat dikembalikan," tegas Yulianto.

Ia menuturkan, titik tumpu dalam penyelidikan dan penyidikan tindak pidana korupsi, adalah bagaimana cara mengembalikan uang negara yang timbul.

"Hari ini sebagaimana estimasi didalam penyidikan proses penyidikan kerugian negara yang mencapai Rp126 miliar dan pada hari ini tim penyidik telah menyita hampir Rp100 miliar untuk pengembalian uang negara," ujarnya.

Kajati Yulianto kembali menegaskan, bahwa pihaknya akan terus melakukan pengejaran agar supaya kerugian yang dialami Bank Nusa Tenggara Timur dapat dipulihkan.

"Prinsip kami adalah Bank Nusa Tenggara Timur merupakan milik masyarakat. Untuk itu, kami akan mengembalikan kerugian tersebut agar Bank Nusa Tenggara Timur dapat melayani masyarakat dan mendapatkan kepercayaan lagi dari masyarakat," tambah Yulianto.

Menurut Yulianto, saat ini proses terus berjalan dan sudah ada beberapa tim yang sudah berada di Bandung dan Jakarta. "Tim ini bertugas untuk menyita aset-aset dari para tersangka," bebernya.

Yulianto menjelaskan, Muhammad Ruslan sebelumnya sudah ditetapkan menjadi tersangka pada 18 Juni 2020 lalu dan sudah dilakukan pemanggilan untuk hadir pada tanggal 23 Juni 2020.

"Hingga saat ini belum ada kabar dari tersangka namun tim sudah berada disana, jika tersangka belum juga hadir maka kita sampaikan DPO dan kemudian jika belum hadir juga saya upayakan untuk ditangkap," jelasnya.

Kajati Yulianto menghimbau kepada seluruh kreditur Bank Nusa Tenggara Timur yang saat ini menunggak, agar segera dikembalikan. Karena Menurutnya, jika tidak dilakukan maka kami akan melakukan instrumen lain untuk melakukan penindakan.

"Instrumen lain tersebut yang akan dilakukan oleh Tim Pidsus Kejati Nusa Tenggara Timur," tutupnya. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kasus Korupsi
  3. Kupang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini