Rusuh suporter Persipura tak terkait keamanan Papua
Merdeka.com - Kerusuhan yang dilakukan suporter Persipura di Jayapura hanya sebatas aksi situasional akibat kekalahan tim kesayangannya. Insiden pembakaran sejumlah kendaraan aparat itu juga tidak terkait dengan kondisi keamanan Papua.
"Masalah ini tidak ada hubungan dengan situasi saat ini di Papua, tetapi lebih kepada masalah dilapangan Mandala," kata Wakapolda Papua, Brigjen Paulus Waterpauw, di Jayapura, Papua, Minggu (13/5) malam.
Waterpauw yang juga mantan Kapolres Kota Jayapura itu mengatakan untuk membubarkan massa, pihaknya menerjunkan empat kompi personel polisi.
"Kekuatan seluruhnya kurang lebih tiga hingga empat kompi, dan tadi kita tambah satu kompi lagi," katanya.
Disinggung apakah kepolisian akan memberikan izin pertandingan untuk Persipura Jayapura pada pertandingan kandang berikutnya, Waterpauw mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi lebih dahulu.
"Kami akan lakukan evaluasi terlebih dahulu, dan akan melaporkan kepada bapak Kapolda," jawabnya.
Wali Kota Jayapura, Benhur Tomy Mano yang juga ketua umum Persipura Jayapura yang saat itu berada di Mandala, menyesalkan aksi anarkistis suporter.
Mano mengakui jika sekelompok orang penonton ataupun suporter melakukan pelemparan karena terbawa emosi dengan jalanya pertandingan. Persipura Jayapura kalah tipis 0-1 dari tamunya Persija Jakarta.
"Ini kan mereka (penonton dan suporter) melampiaskan kemarahan, nanti juga redam sendiri dan bubar. Tadi sewaktu saya bicara, mereka diam tidak lakukan pelemparan. Kasihan dengan penonton kita, yang terdiri dari anak-anak kecil juga," kata Mano, seperti dikutip Antara.
Dalam kerusuhan pascapertandingan itu, sekitar pukul 17.30 WIB, satu truk TNI AL, dua mobil patroli dan sepeda motor milik polisi dibakar. Sejumlah pelaku tindakan anarkistis itu sudah diamankan pihak kepolisian. (mdk/ren)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya