Rumah sakit bantah bayi milik Sumarni dan Fatimah tertukar
Merdeka.com - Pihak Rumah Sakit Muhammad Hoesin Palembang terpukul dengan adanya isu tertukarnya bayi pasien yang dirawat. Direksi rumah sakit milik pemerintah pusat itu mengklaim telah menjalankan penanganan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Direktur Pelayanan Medik RSUP Muhammad Hoesin Palembang Msy Rita Dewi mengungkapkan, kedua bayi tersebut tidak mungkin tertukar lantaran ditangani tim medis dan diberikan tanda identitas berupa gelang. Hanya saja, pada saat itu gelang bayi Sumarni hilang dan tidak ditemukan.
"Gelang bayi Sumarni memang hilang, bisa saja terlepas atau los karena bayi Sumarni itu kecil, hanya 1.300 gram, tahu sendiri gimana ukurannya," ungkap Rita saat dikonfirmasi, Rabu (19/10).
Menurut dia, kasus terlepasnya gelang pasien terutama pada bayi baru pertama kali terjadi di rumah sakit itu. Namun, pihaknya enggan dinilai telah melakukan kelalaian.
"Baru pertama kali ini ada gelang pasien bayi terlepas. Tapi kita buatkan gelang yang baru buat bayi Sumarni. Kita jadikan pelajaran ke depannya," ujarnya.
Dijelaskannya, saat bayi Fatimah meninggal, perawat yang bertugas langsung memotong gelang di tangannya. Lalu, jenazahnya dimandikan, dikafani di instalasi pemulasaran jenazah dan barulah diserahkan kepada keluarga pasien.
"Ternyata gelang yang hilang itu terjawab ketika ditemukan pada bayi Fatimah yang telah meninggal, mungkin terbawa saat rontgen di box bayi yang sama. Untuk kain kafan yang dikenakan ke bayi Fatimah saat itu bersih," kata dia.
Rita juga membantah posisi gelang atas nama pasien Sumarni yang ditemukan keluarga di bayi Fatimah masih terpasang. Bisa saja, gelang itu hanya menempel atau terselip di kain kafan jenazah bayi Fatimah.
"Kalau terpasang di tangan itu tidak mungkin, karena waktu dimandikan, gelang bayi Fatimah itu sudah dipotong perawat, semua tubuhnya juga sudah bersih," tukasnya. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya