Rumah Gerakan 98: Ma'ruf Amin 'Ulama Bangsa' & Tito 'Polisi Berani'

Sabtu, 12 Agustus 2017 22:42 Reporter : Nurul Afrida
award merawat kebangsaan. ©2017 Merdeka.com/nurul afrida

Merdeka.com - Rumah Gerakan 98 memberikan penganugerahan award kepada tokoh-tokoh penting yang berperan besar merawat kebangsaan, Sabtu (12/8). Rumah Gerakan 98 punya penilaian tersendiri kepada delapan tokoh yang dianggap istimewa mampu menjaga kebhinnekaan di Indonesia.

Penghargaan itu diberikan kepada Ketua MUI KH Ma'ruf Amin, Kapolri Tito Karnavian, Ketua KPK Agus Rahardjo, Menteri KKP Susi Pudjiastuti, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

KH Maruf Amin, dinilai sebagai ulama yang berhasil merangkul semua golongan. Ma'ruf berada di barisan terdepan menjaga kedamaian antar umat beragama di tengah situasi yang memanas belakangan ini. Oleh karena sangat layak disebut sebagai 'Ulama Bangsa'.

Kedua, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, kiprahnya tentu tidak diragukan lagi dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Tegas bertindak dan tidak pandang bulu, oleh karena itu layak disebut "Polisi Berani'.

Ketiga, Ketua KPK Agus Rahardjo, kasus-kasus besar yang dibongkar oleh KPK seperti e-KTP dan kasus kasus lainnya membuat KPK memiliki banyak musuh. Namun Agus tidak berhenti dalam memberantas korupsi, dengan tindakan yang tidak pandang bulu. Maka Agus disebut tokoh 'Pemberantas Korupsi'.

Keempat Susi Pudjiastuti, tokoh yang nyentrik ini telah membuka mata para mafia perikanan, kalau Indonesia masih memiliki orang-orang yang berani melawan pencuri hasil alam. YUntuk itu Menteri Kelautan dan Perikanan Ibu Susi Pudiastuti pantas disebut "Srikandi Maritim'.

Kelima, tokoh ini fenomenal sejak menjabat Dirut kereta api, Ignasius Jonan. Dianggap bisa mengubah pelayanan kereta api yang awalnya berantakan dan tidak manusiawi, kini layanan kereta api menjadi nyaman, aman dan profesional.

Jonan juga dianggap bisa mengubah mental birokrasi di kementeriannya menjadi profesional dan transparan, untuk itu kami sebut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bapak ignasius Jonan sebagai "Pendobrak Birokrasi'.

Keenam, Imam Nahrawi, langkahnya yang berani dan penuh terobosan dalam membekukan dan mereformasi PSSI dan belum lama ini membekukan dana Pramuka karena ketua umumnya yang juga komisaris BRI diduga kuat terindikasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Imam juga berperan aktif dalam mendamaikan suporter sepak bola yang bertikal. Imam dinilai tokoh muda yang mendapat julukan 'Pemuda Pengawal kebangsaan'.

Dua tokoh terakhir yang diberikan award Merawat Kebangsaan adalah Menteri Riset teknologi dan pendidikan tinggi Muhammad Nasir tebagai tokoh 'Penegak Pancasila'.

Dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy sebagai tokoh 'Pendidikan Nilai Pancasila'. Keduanya dinilai telah mengeluarkan kebijakan yang berani di bidang pendidikan agar para siswa mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak hingga Mahasiswa saat ini kembali mengenal dan memaknai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari demi keutuhan Republik Indonesia. [rnd]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.