RSUD Biak Tingkatkan Kapasitas 300 Tempat Tidur, Siap Jadi RS Tipe B dengan Peningkatan Layanan

RSUD Biak kini memiliki 300 tempat tidur untuk pasien rawat inap, bagian dari upaya Peningkatan Layanan RSUD Biak menuju rumah sakit tipe B, sekaligus melanjutkan program bantuan duka bagi OAP.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
RSUD Biak Tingkatkan Kapasitas 300 Tempat Tidur, Siap Jadi RS Tipe B dengan Peningkatan Layanan
RSUD Biak kini memiliki 300 tempat tidur untuk pasien rawat inap, bagian dari upaya Peningkatan Layanan RSUD Biak menuju rumah sakit tipe B, sekaligus melanjutkan program bantuan duka bagi OAP. (AntaraNews)

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Biak Numfor, Papua, terus berupaya meningkatkan kualitas layanannya dengan menambah kapasitas tempat tidur rawat inap. Kini, RSUD Biak telah menyediakan 300 tempat tidur, sebuah langkah strategis dalam persiapan menuju perubahan status rumah sakit dari tipe C menjadi tipe B.

Direktur RSUD Biak, Ricardo R Mayor, pada Minggu (16/11), menyatakan bahwa penambahan kapasitas ini juga bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan pasien rujukan dari berbagai wilayah sekitar. Selain itu, pemerintah daerah Biak Numfor juga mengimplementasikan program unggulan berupa bantuan duka bagi keluarga Orang Asli Papua (OAP) yang meninggal dunia di rumah sakit.

Inisiatif ganda ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam memperkuat sektor kesehatan dan memberikan dukungan sosial kepada masyarakat. Program bantuan duka, yang digagas oleh Bupati Markus Octovianus Mansnembra dan Wakil Bupati Jimmy Carter Rumbarar Kapissa, telah menyalurkan dana miliaran rupiah untuk membantu keluarga yang berduka.

Peningkatan Kapasitas RSUD Biak Menuju Tipe B

Dalam upaya meningkatkan standar pelayanan kesehatan, RSUD Biak telah melakukan penambahan signifikan pada kapasitas tempat tidur rawat inapnya. Direktur RSUD Biak, Ricardo R Mayor, menjelaskan bahwa penambahan ini mencakup sekitar 150 tempat tidur baru, sehingga total kapasitas kini mencapai 300 tempat tidur.

Langkah ini merupakan bagian integral dari persiapan rumah sakit untuk naik status dari tipe C menjadi tipe B. Peningkatan fasilitas ini diharapkan dapat menunjang kualitas layanan kesehatan yang lebih baik dan komprehensif bagi masyarakat Biak Numfor dan sekitarnya.

Ricardo R Mayor menambahkan bahwa penambahan tempat tidur ini juga merupakan respons terhadap kebutuhan yang meningkat, terutama untuk mengantisipasi bertambahnya pasien rujukan. Pasien-pasien ini diperkirakan berasal dari wilayah sekitar seperti Kabupaten Supiori, Yapen Kepulauan, dan Kabupaten Waropen, yang menjadikan RSUD Biak sebagai salah satu fasilitas rujukan utama.

Dengan kapasitas yang lebih besar, Peningkatan Layanan RSUD Biak diharapkan mampu menampung lebih banyak pasien dan menyediakan perawatan yang optimal, sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk memperkuat infrastruktur kesehatan.

Program Bantuan Duka Unggulan Pemda untuk OAP

Selain fokus pada peningkatan fasilitas medis, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor juga menunjukkan kepedulian sosial melalui program bantuan duka bagi keluarga Orang Asli Papua (OAP) yang meninggal di rumah sakit. Program ini merupakan salah satu inisiatif unggulan yang sangat membantu masyarakat.

Direktur RSUD Biak, Ricardo R Mayor, mengungkapkan bahwa program ini telah menyalurkan dana sekitar Rp2 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pengurusan 500 jenazah yang meninggal di rumah sakit, menunjukkan skala dan dampak positif program ini bagi komunitas OAP yang berduka. "Ini satu program unggulan Pemda yang digagas Bupati Markus Octovianus Mansnembra dan Wakil Bupati Jimmy Carter Rumbarar Kapissa sangat membantu keluarga yang berduka," ujar Ricardo.

Bantuan yang diberikan oleh pemerintah daerah mencakup berbagai aspek, mulai dari penyediaan peti mati, kelengkapan jenazah, hingga penyuntikan formalin untuk pengawetan jenazah jika diminta oleh keluarga. Selain itu, pemerintah juga menanggung biaya pengantaran jenazah ke rumah duka secara cuma-cuma. Ricardo menilai, "Ya bantuan duka bagi keluarga OAP sangat meringankan karena semua kelengkapan jenazah disediakan pemerintah."

Program bantuan duka ini direncanakan akan terus berlanjut hingga tahun 2026, mengingat dampak langsungnya yang sangat menyentuh masyarakat OAP. Bupati Markus Octovianus Mansnembra bahkan telah menjadikan sektor kesehatan, termasuk program bantuan duka OAP, sebagai program unggulan daerah dalam APBD 2026, menegaskan komitmen Pemda terhadap kesejahteraan warganya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi