RSUD Aceh Tamiang Aktifkan ICU Mini, Layani Korban Bencana Pascabanjir

RSUD Muda Sedia, Aceh Tamiang, mengaktifkan ICU mini untuk memberikan pelayanan intensif bagi korban bencana banjir dan longsor, menunjukkan upaya pemulihan layanan kesehatan pasca-bencana yang melumpuhkan rumah sakit ini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
RSUD Aceh Tamiang Aktifkan ICU Mini, Layani Korban Bencana Pascabanjir
RSUD Muda Sedia, Aceh Tamiang, mengaktifkan ICU mini untuk memberikan pelayanan intensif bagi korban bencana banjir dan longsor, menunjukkan upaya pemulihan layanan kesehatan pasca-bencana yang melumpuhkan rumah sakit ini. (AntaraNews)

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia, Aceh Tamiang, kembali menunjukkan komitmennya dalam melayani masyarakat dengan mengaktifkan unit perawatan intensif (ICU) mini. Langkah ini diambil untuk memastikan penanganan optimal bagi korban bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut. Direktur RSUD Muda Sedia, Andika Putra, mengungkapkan bahwa meskipun bersifat mini, unit ini telah beroperasi dengan fasilitas pendukung yang memadai.

Pengaktifan ICU mini ini menjadi krusial mengingat RSUD Muda Sedia sempat lumpuh total akibat terjangan banjir pada 27 November 2025. Seluruh pasien terpaksa dievakuasi ke lantai dua gedung rumah sakit untuk keselamatan. Pemulihan fasilitas kesehatan ini merupakan prioritas utama, terutama setelah proses pembersihan intensif yang dimulai sejak 3 Desember 2025.

Unit ICU mini yang kini aktif dilengkapi dengan dua ventilator dewasa, satu ventilator anak, serta alat bantu napas non-invasif atau CPAP. Fasilitas ini menjadi harapan baru bagi penanganan kasus gawat darurat di tengah upaya rumah sakit untuk pulih sepenuhnya. Andika Putra menambahkan bahwa ICU definitif akan diaktifkan setelah jaringan oksigen dan sistem pendingin udara (AC) pulih sepenuhnya.

Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh Tamiang pada akhir November 2025 memberikan dampak signifikan terhadap operasional RSUD Muda Sedia. Air bah setinggi hingga tiga meter merendam seluruh bangunan rumah sakit, melumpuhkan hampir semua layanan dan merusak alat kesehatan vital. Kondisi ini membuat rumah sakit tidak dapat beroperasi sebagaimana mestinya selama beberapa waktu, bahkan UGD sempat difungsikan sebagai ruang rawat inap sementara.

Proses pembersihan dan pemulihan rumah sakit melibatkan berbagai pihak, termasuk tim gabungan dari TNI, Marinir, dan Brimob yang membantu mengevakuasi lumpur dari area pelayanan. Relawan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga diterjunkan ke lokasi untuk membantu menangani pasien-pasien gawat darurat. Kehadiran relawan sangat vital mengingat lebih dari 90 persen tenaga kesehatan dan tenaga medis di RSUD tersebut turut terdampak bencana.

Sejak 9 Desember 2025, RSUD Muda Sedia secara bertahap mulai kembali melayani masyarakat, meskipun dengan kapasitas terbatas. Berbagai upaya dilakukan untuk mengembalikan fungsi rumah sakit, termasuk pengeboran sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang vital bagi operasional layanan kesehatan. Meskipun demikian, pemulihan menyeluruh masih terus diupayakan, seiring dengan perbaikan sarana dan prasarana yang rusak.

Meskipun ICU mini telah aktif, RSUD Muda Sedia masih menghadapi sejumlah tantangan besar dalam mencapai layanan kesehatan yang optimal. Pemulihan ICU definitif masih menunggu perbaikan jaringan oksigen dan pemasangan AC baru, yang merupakan infrastruktur krusial untuk unit perawatan intensif.

Selain itu, sarana pendukung lainnya seperti unit pelayanan darah sangat dibutuhkan untuk menunjang tindakan operasi besar bagi penyakit-penyakit tertentu. Ketersediaan darah yang memadai menjadi faktor penentu keberhasilan tindakan medis yang kompleks.

Kekurangan ambulans juga menjadi masalah mendesak yang dihadapi RSUD Muda Sedia. Saat ini, rumah sakit hanya memiliki dua unit ambulans, padahal idealnya membutuhkan setidaknya lima unit untuk melayani masyarakat secara efektif. Penambahan ambulans sangat penting untuk mempercepat evakuasi dan rujukan pasien, terutama di wilayah pascabencana.

Pemerintah terus berupaya maksimal dalam mendukung pemulihan layanan kesehatan di RSUD Muda Sedia. Juru Bicara Kementerian Widyawati menegaskan bahwa pemerintah mengupayakan pemenuhan kebutuhan di lapangan, disesuaikan dengan kondisi dan prioritas yang ada.

Dukungan dari Kemenkes tidak hanya berupa relawan, tetapi juga bantuan peralatan dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat pemulihan. Komitmen ini menunjukkan bahwa pemerintah serius dalam memastikan masyarakat Aceh Tamiang mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak pascabencana.

Pemulihan RSUD Muda Sedia bukan hanya tentang membangun kembali infrastruktur fisik, tetapi juga menghidupkan kembali harapan masyarakat akan layanan kesehatan yang berkualitas. Dengan kerja sama lintas sektor dan dukungan berkelanjutan, diharapkan RSUD Muda Sedia dapat segera beroperasi penuh dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh warga Aceh Tamiang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi