Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

RS Siloam Manado Tangani 33 Pasien untuk Terapi Oksigen Hiperbarik

RS Siloam Manado Tangani 33 Pasien untuk Terapi Oksigen Hiperbarik RS Siloam Manado. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebanyak 33 pasien perawatan luka, setelah operasi, dan divers menjalani pengobatan terapi oksigen hiperbarik atau Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT) di Siloam Hospitals Manado. Angka pasien ini terhitung sejak rumah sakit membuka pengobatan tersebut pada 1 Agustus 2018.

Dalam sosialisasi mengenai manfaat pengobatan HBOT di acara Corporate & Insurance Gathering in Afternoon Tea yang mengangkat topik 'Hyperbaric Oxygen Therapy on Wound Healing and Wellness, Manado, Jumat (30/11), dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetika Siloam Hospitals Manado, Mendy Hatibie menuturkan HBOT merupakan metode pemberian oksigen murni kepada pasien dalam ruang bertekanan tinggi dengan tujuan untuk meningkatkan dan memperbaiki kondisi tubuh.

Menurut Mendy, bagi pasien diabetes melitus, HBOT bermanfaat mengatasi komplikasi masalah kesehatan yang disebabkan kadar gula di dalam tubuh terlalu darah tinggi, sehingga dapat merusak pembuluh darah dan sistem saraf.

"Suplai oksigen dari HBOT mampu memperbaiki fungsi saraf dan memperlancar peredaran darah, serta dapat meningkatkan kinerja insulin pasien diabetes," kata Mendy Hatibie.

Sementara itu, dokter Frico Talumewo penjelasan singkat HBOT untuk divers. Menurutnya terapi dilakukan untuk mengobati penyakit dekompresi penyelam laut dalam.

HBOT juga dapat dimanfaatkan untuk mengobati berbagai indikasi klinis, antara lain penyembuhan luka tubuh serta pencangkokan kulit. Hal ini diakui secara resmi oleh Undersea and Hyperbaric Medical Society (UHMS) dan Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat tahun 2011.

Pemberian oksigen murni dalam ruang bertekanan yang disebut chamber mampu menyuplai oksigen 10-15 kali lebih banyak dibandingkan jika pemberian oksigen dilakukan di permukaan laut atau pada tingkat atmosfer normal. Karena itu, HBOT sangat efektif untuk merangsang pembentukan pembuluh darah baru, mengurangi pembengkakan dan peradangan, menonaktifan racun, meningkatkan kemampuan sel darah putih untuk melawan infeksi, membunuh beberapa jenis bakteri berbahaya, membantu tubuh membangun jaringan ikat baru, membersihkan racun dan produk sisa metabolisme, serta mempercepat proses penyembuhan.

Hasil dari HBOT dapat dirasakan setelah menjalankan beberapa sesi terapi, di mana terapi ini juga dapat dijalankan bersamaan dengan terapi lain sesuai dengan rekomendasi dokter. Secara umum, semakin kronis kondisi pasien, sesi yang dibutuhkan juga bisa semakin banyak.

"Diskusikan dengan dokter Anda mengenai terapi spesifik apa yang dapat Anda terima sesuai dengan kondisi medis serta berapa sesi yang harus dijalani. Ceritakan kondisi medis Anda secara jelas dan lengkap kepada dokter guna menghindari efek samping yang tidak diinginkan," tambah Mendy.

Pengobatan HBOT telah dimanfaatkan di Indonesia sejak tahun 1960 dan terus dikembangkan hingga kini melalui pemberian pelatihan teori dan praktik kepada para tenaga ahli medis, seperti Pelatihan Dasar Ilmu Kedokteran Kelautan bagi tenaga operasional HBOT oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Kelautan (Perdokla) di Siloam Hospitals Manado pada 27-31 Agustus 2018.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP