Rp200 Miliar untuk Pendidikan: Kemensos Setujui Pembangunan Sekolah Rakyat Dharmasraya, Siap Tampung 1.000 Siswa Gratis!
Kementerian Sosial (Kemensos) RI menyetujui pembangunan Sekolah Rakyat Dharmasraya senilai Rp200 miliar, menawarkan pendidikan gratis bagi 1.000 siswa prasejahtera. Bagaimana dampak signifikan program ini bagi Sumatera Barat?
Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia secara resmi menyetujui usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Keputusan penting ini diumumkan oleh Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, setelah pertemuan dengan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Jakarta.
Persetujuan tersebut menggaransi anggaran mencapai Rp200 miliar untuk proyek pendidikan ini, yang diharapkan dapat meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di daerah tersebut. Proses tender untuk pembangunan fasilitas ini dijadwalkan akan dimulai pada tahun ini, menandai langkah konkret dalam mewujudkan program tersebut.
Inisiatif pembangunan Sekolah Rakyat ini bertujuan utama untuk memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas tinggi bagi keluarga prasejahtera. Dengan kapasitas menampung hingga 1.000 murid, program ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi keterbatasan akses pendidikan di Dharmasraya.
Persetujuan dan Anggaran Fantastis untuk Pendidikan
Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, melalui Bupati Annisa Suci Ramadhani, telah berhasil meyakinkan Kementerian Sosial RI terkait urgensi pembangunan Sekolah Rakyat. Kepastian persetujuan ini didapatkan setelah Bupati Annisa bersama Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimi, melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Jakarta pada Rabu (8/10).
"Seluruh tahapan sudah selesai, dan Dharmasraya dipastikan masuk daftar penerima program Sekolah Rakyat yang nilainya mencapai Rp200 miliar lebih," kata Bupati Annisa di Pulau Punjung pada Kamis (9/10). Anggaran fantastis ini menunjukkan komitmen serius pemerintah pusat dalam mendukung pemerataan pendidikan di daerah.
Bupati Annisa menambahkan bahwa seluruh persyaratan administratif dan teknis yang diperlukan telah diterima oleh pihak kementerian. Hal ini mempercepat proses tender yang akan segera dimulai pada tahun ini, memastikan proyek Sekolah Rakyat Dharmasraya dapat terealisasi sesuai jadwal yang direncanakan.
Lokasi pembangunan Sekolah Rakyat ini juga telah disetujui, yaitu di Jorong Pulau Sawah, Kecamatan Pulau Punjung, dengan memanfaatkan lahan milik Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR. Penentuan lokasi ini menjadi bagian penting dari persiapan teknis yang telah rampung.
Kolaborasi Tiga Pilar untuk Akses Pendidikan Merata
Pembangunan Sekolah Rakyat di Dharmasraya merupakan wujud nyata dari kolaborasi apik antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan kementerian. Bupati Annisa Suci Ramadhani menyampaikan apresiasinya atas kerja cepat jajaran Pemkab Dharmasraya dalam mempersiapkan usulan ini, yang menjadi kunci keberhasilan persetujuan.
"Ini hasil kolaborasi yang baik antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan kementerian. Kami akan terus mengawal agar proyek ini berjalan sesuai jadwal," ujar Bupati Annisa. Sinergi ini memastikan bahwa program strategis ini dapat berjalan lancar dari tahap perencanaan hingga implementasi.
Bupati perempuan pertama di Sumbar itu juga menyampaikan terima kasih kepada Kemensos yang telah mempercayakan Sumatera Barat sebagai penerima program Sekolah Rakyat. Ia menegaskan bahwa penempatan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Dharmasraya menunjukkan kepedulian Gubernur Mahyeldi dan Wagub Vasko terhadap pembangunan yang merata, terutama di daerah pinggiran.
Dukungan dari pemerintah provinsi, khususnya Gubernur Mahyeldi dan Wagub Vasko, sangat krusial dalam menempatkan program ini di Dharmasraya. "Sekolah Rakyat ini jatah Provinsi Sumatera Barat, lalu pak gubernur dan wakil gubernur meletakkan pembangunan ini di Dharmasraya. Alhamdulillah pihak kementerian juga setuju," katanya, menyoroti peran penting kepemimpinan daerah.
Dampak Positif dan Harapan bagi Dharmasraya
Kehadiran Sekolah Rakyat di Dharmasraya diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan akses pendidikan yang selama ini menjadi kendala. Bupati Annisa menyoroti bahwa daerah seperti Dharmasraya masih sangat kekurangan fasilitas pendidikan, bahkan lembaga bimbingan belajar (bimbel) pun tidak tersedia.
"Daerah seperti Dharmasraya, akses pendidikan itu sangat kurang, bahkan lembaga Bimbel saja tidak ada. Dengan adanya program dengan sistem boarding dan segala fasilitas gratisnya, akan membantu percepatan pembangunan SDM di Dharmasraya khususnya, dan Sumbar secara umum," jelasnya.
Sekolah Rakyat ini dirancang untuk menampung sekitar 1.000 murid dengan sistem beasiswa penuh. Beasiswa tersebut mencakup seluruh kebutuhan siswa, mulai dari asrama, makan, hingga biaya sekolah, menghilangkan beban finansial bagi keluarga prasejahtera.
Program ini memiliki tujuan mulia untuk memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi keluarga prasejahtera, sekaligus diharapkan membawa dampak positif yang lebih luas. Selain peningkatan kualitas pendidikan, keberadaan sekolah ini juga diprediksi akan berdampak signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sekitar, menciptakan efek domino yang menguntungkan bagi Dharmasraya.
Sumber: AntaraNews