Anggota Komisi II DPR RI, Romy Soekarno, mendorong revitalisasi fasilitas digital di Politeknik STIA LAN Bandung sebagai langkah strategis untuk memperkuat kualitas aparatur sipil negara (ASN) di tengah percepatan transformasi digital pemerintahan.
Dalam kunjungan kerjanya, Romy menegaskan bahwa lembaga pendidikan kedinasan yang berdiri sejak 1960 tersebut memiliki peran penting sebagai 'kawah candradimuka' dalam mencetak ASN profesional yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tuntutan pelayanan publik modern.
"Revitalisasi fasilitas digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Dengan baru 34,23 persen ASN yang melek digital secara nasional, Politeknik STIA LAN Bandung harus menjadi pionir teaching factory dan laboratorium berstandar SPBE," ujar Romy, Kamis (12/3/2026).
Ia juga mendorong pengembangan model co-creation kurikulum berbasis tracer study real-time agar lulusan lebih siap menghadapi kebutuhan birokrasi modern. Melalui pendekatan tersebut, Romy menargetkan 90 persen lulusan dapat terserap dalam waktu kurang dari enam bulan setelah lulus.
Selain itu, ia menilai riset yang dihasilkan kampus perlu diperkuat agar lebih berdampak pada kebijakan publik. Menurutnya, hasil penelitian dari kampus tersebut diharapkan dapat dikonversi minimal 30 kali setiap tahun untuk mendukung kebutuhan analisis kebijakan bagi DPR maupun pemerintah.
Dalam rencana revitalisasi tersebut, Romy mengusulkan optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta pengajuan tambahan anggaran pendidikan tinggi untuk membangun laboratorium digital berbasis kecerdasan buatan (AI) dan big data. Ia juga menargetkan 80 persen dosen di kampus tersebut dapat memperoleh sertifikasi dalam dua tahun ke depan.
Advertisement
Pendidikan integritas juga perlu menjadi prioritas
Selain penguatan teknologi, Romy menilai pendidikan integritas juga perlu menjadi prioritas melalui modul wajib terkait pencegahan korupsi, mekanisme whistleblowing, serta penguatan prinsip netralitas politik sesuai dengan Undang-Undang ASN.
Lebih jauh, ia mendorong perluasan kerja sama kelembagaan dengan target 50 nota kesepahaman aktif serta 15 mitra internasional pada 2029. Pengembangan tersebut akan didukung melalui roadmap 2026–2029 yang mencakup penguatan SPBE internal, implementasi blended learning hingga 70 persen, serta integrasi teknologi kecerdasan buatan dalam seluruh program studi.
Advertisement
Perjuangkan alokasi anggaran khusus
Romy menegaskan dirinya siap memperjuangkan alokasi anggaran khusus agar revitalisasi fasilitas digital tersebut dapat segera direalisasikan. "Revitalisasi fasilitas digital di kawah candradimuka ini adalah investasi langsung bagi birokrasi yang efektif, adaptif, dan melayani rakyat," pungkas politisi PDIP ini