Sebanyak 1.216 peserta dari berbagai daerah di Indonesia turut serta dalam Turnamen Nasional Domino Cenderawasih Cup yang tengah berlangsung di Kota Jayapura, Papua. Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) dan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai dari 7 hingga 8 Februari 2026. Acara ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kebolehan, tetapi juga sarana penting untuk mempererat persatuan dan sportivitas di kalangan pecinta domino.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Provinsi Papua, Laorens Wantik, menyatakan bahwa penyelenggaraan turnamen ini selaras dengan visi transformasi Papua baru yang berorientasi pada kemajuan dan harmoni. Ia menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas serta menjadikan ajang ini sebagai wadah untuk menunjukkan prestasi terbaik para atlet.
Lebih dari sekadar permainan rakyat, domino kini dipandang sebagai olahraga yang melatih strategi, konsentrasi, dan kecerdasan emosional. Melalui turnamen ini, diharapkan tercipta semangat kerja sama, kejujuran, dan kompetisi sehat yang mampu memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Laorens Wantik menegaskan bahwa Turnamen Nasional Domino Cenderawasih Cup merupakan bagian integral dari upaya mewujudkan visi transformasi Papua baru yang lebih maju dan harmonis. Menurutnya, olahraga memiliki peran krusial dalam membentuk karakter dan mentalitas positif masyarakat.
Domino, yang seringkali hanya dianggap sebagai permainan pengisi waktu luang, memiliki dimensi lebih dalam sebagai olahraga. Wantik menjelaskan, permainan ini secara fundamental melatih kemampuan berpikir strategis, meningkatkan konsentrasi, dan mengasah kecerdasan emosional para pemainnya.
Dalam bingkai persatuan, domino mengajarkan nilai-nilai luhur seperti kerja sama tim, kejujuran dalam berkompetisi, serta semangat untuk meraih kemenangan secara sportif. Nilai-nilai ini diharapkan dapat tercermin tidak hanya di arena pertandingan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Advertisement
Advertisement
Ketua Umum Pengurus Besar Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PB PORDI), Andi Jamaro Dulung, mengungkapkan komitmen organisasinya dalam mengembangkan olahraga domino melalui pendekatan sport science. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan PORDI sebagai institusi olahraga yang profesional, dengan panduan permainan standar bagi seluruh atlet dari Sabang hingga Merauke.
Dulung menjelaskan bahwa kehadiran PORDI telah berhasil mengangkat derajat permainan domino yang sebelumnya sering dipandang sebelah mata. Dari sekadar permainan di sudut desa atau tempat parkir, kini domino dapat dimainkan di berbagai tempat, termasuk hotel berbintang lima.
Melalui standardisasi aturan dan profesionalisme, PB PORDI berharap dapat mengubah persepsi masyarakat terhadap olahraga domino. Turnamen di Papua ini diharapkan menjadi contoh dan teladan bagi provinsi lain di Indonesia dalam menyelenggarakan kompetisi domino yang berkualitas dan berstandar nasional.
Advertisement
Advertisement
Ketua Panitia Turnamen Nasional Domino Cenderawasih Cup, Cintiya R. Talantan, merinci bahwa turnamen ini diikuti oleh 1.216 atlet. Jumlah tersebut terdiri dari 512 peserta reguler dan 96 tim eksekutif, yang semuanya bersaing memperebutkan total hadiah mencapai Rp335 juta.
Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Panitia menyediakan 18 stan khusus bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kota Jayapura. Inisiatif ini bertujuan untuk mempromosikan produk lokal dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Pihak panitia berharap, Turnamen Nasional Domino Cenderawasih Cup ini tidak hanya sukses dalam penyelenggaraan, tetapi juga mampu melahirkan atlet-atlet domino unggulan. Atlet-atlet ini diharapkan dapat mengharumkan nama Papua di kancah nasional, bahkan berpotensi menembus level internasional di masa mendatang.
Advertisement
Sumber: AntaraNews