Ribuan atlet pencak silat dari berbagai penjuru Indonesia memadati Gelanggang Olahraga (GOR) Ciracas, Jakarta Timur, pada Jumat (28/11) lalu. Mereka berpartisipasi dalam Kejuaraan Jakarta Nasional Pencak Silat (JNPS) ke-2, sebuah ajang bergengsi yang menjadi wadah pembinaan atlet muda.
Kompetisi ini berhasil menarik perhatian 2.645 peserta yang berasal dari sebelas provinsi berbeda. Kehadiran ribuan atlet ini menjadikan JNPS sebagai salah satu kejuaraan pencak silat pelajar terbesar di tingkat nasional, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap olahraga bela diri tradisional ini.
Penyelenggaraan JNPS ke-2 tidak hanya fokus pada kompetisi, tetapi juga mengedepankan aspek keselamatan dan pembinaan. Panitia telah bekerja sama dengan BPJS untuk menjamin penanganan cepat bagi atlet yang mengalami cedera, serta menyediakan sertifikat prestasi sebagai jalur pendidikan.
Advertisement
Advertisement
Ketua Panitia JNPS ke-2, Anita, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan. Peningkatan tersebut terlihat baik dari jumlah peserta maupun kesiapan keamanan pertandingan yang telah ditingkatkan secara maksimal.
"Total 2.645 peserta dari 11 provinsi ambil bagian, menjadikan ajang ini salah satu kompetisi pencak silat pelajar terbesar di tingkat nasional," kata Anita dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu. Ia menambahkan, peserta datang dari beragam daerah, termasuk NTB, NTT, Jambi, Sumatera Selatan, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.
Aspek keselamatan menjadi prioritas utama panitia dalam gelaran Kejuaraan Jakarta Nasional Pencak Silat kali ini. "Kami telah bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Atlet yang mengalami insiden atau cedera akan langsung ditangani dan dibawa ke Rumah Sakit Mitra Keluarga. Jadi aspek keselamatan menjadi prioritas," jelas Anita.
Advertisement
Kategori pertandingan yang dibuka sangat beragam, meliputi tunggal, ganda, dan regu. Kategori ini terbagi lagi menjadi kelas prestasi dan kelas pemasalan, memberikan kesempatan bagi berbagai tingkat kemampuan atlet untuk unjuk gigi. JNPS juga telah mengantongi penilaian bintang tiga, menandakan kejuaraan ini telah terkurasi dan memenuhi standar prestasi nasional.
Advertisement
Wakil Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jakarta Timur, Rahmadsyah, menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan JNPS di wilayahnya. Menurutnya, JNPS memiliki peran penting dalam aspek keamanan bagi seluruh atlet serta mendorong regenerasi talenta muda.
Rahmadsyah juga menekankan pentingnya kejujuran wasit dan profesionalisme panitia. Hal ini krusial untuk menjaga kepercayaan orang tua dan memastikan penilaian yang adil bagi setiap peserta. "Anak-anak harus mendapatkan penilaian yang adil dan jujur. Prestasi juga menjadi jalan penting bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi ke sekolah negeri," ucapnya.
Dukungan serupa datang dari Analisis Kebijakan Ahli Muda Bidang Olahraga Pendidikan Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Iskandar. Ia menilai JNPS sebagai kompetisi yang konsisten dalam membina pencak silat di kalangan pelajar. "Event ini selalu ditunggu pelatih dan guru karena menjadi ruang pembinaan ekstrakurikuler dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Kompetisi diperlukan untuk pembibitan atlet," jelas Iskandar.
Advertisement
Para peserta tidak hanya memperebutkan medali, tetapi juga sertifikat resmi yang sangat berharga. Sertifikat ini dapat digunakan untuk jalur prestasi lima persen menuju jenjang pendidikan berikutnya, sejalan dengan program manajemen talenta nasional yang mendorong pencarian dan pembinaan atlet muda berpotensi. Iskandar juga menegaskan, "JNPS harus konsisten, regulasi dan perwasitan harus terus ditingkatkan. Baik yang juara maupun yang belum juara harus merasa senang karena penilaian yang adil."
Sumber: AntaraNews