RI: Tentara PBB terlibat pelecehan seks harus dihukum berat
Merdeka.com - Parlemen Indonesia mendesak agar tentara perdamaian di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa yang terlibat kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual dihukum berat. Tercatat ada ratusan kasus di mana para peacekeeper ini malah berbuat asusila di tengah misi mereka menjaga perdamaian.
Hal ini disampaikan oleh anggota Badan Kerja Sama Antar Anggota Parlemen (BKSAP) DPR RI Tjatur Sapto Edy dalam forum di Inter-Parliamentary Union yang digelar di Jenewa, Swiss, Rabu (26710).
Tjatur meminta harus ada peningkatan disiplin dari tentara yang akan dikirim. Negara pengirim pun harus bertanggung jawab jika tentaranya melakukan kekerasan seksual.
"Kita mendukung penuh Sekjen PBB untuk menerapkan zero tolerance pada anggota peacekeeper yang melakukan tindakan tercela. Jangan sampai mereka yang seharusnya menjaga keamanan malah menambah masalah baru di sana," kata Tjatur kepada merdeka.com.
Parlemen Indonesia menuntut perlu ada pengadilan bagi para pelanggar ini. Jika ada prajurit yang terlibat maka prajurit itu harus dipulangkan dan diadili. Kontingennya harus dievaluasi dan bertanggung jawab penuh.
Dia bersyukur selama ini Pasukan Garuda tidak pernah terlibat aksi memalukan seperti ini. Menurut Tjatur selama bertugas, kontingen Indonesia selalu mendapat tempat di hati masyarakat. Hal ini karena tentara Indonesia mendapat pelatihan yang cukup sebelum dikirim ke medan tugas.
Sekadar informasi, saat ini Indonesia memiliki Peace and Security Center di Sentul, Bogor, Jawa Barat. Pusat latihan bagi pasukan perdamaian ini juga mengajarkan kearifan lokal dan aturan HAM, sehingga para anggota TNI bisa berbaur dengan masyarakat setempat.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya