Rencana Pembangunan RS Khusus Infeksi, Warga Pulang Galang Minta Jaminan Kesehatan
Merdeka.com - Pemerintah berencana membangun fasilitas kesehatan khusus penanganan penyakit infeksi menular di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau. Warga Pulau Galang, Kota Batam, meminta pemerintah menjamin kesehatan dan keselamatan masyarakat setempat sehubungan dengan rencana pembangunan rumah sakit khusus penyakit menular di pulau itu.
"Kami meminta pemerintah memberikan jaminan kesehatan dan keselamatan masyarakat," kata Suherman, Ketua Ikatan Rempang Galang di sela-sela acara bakti kesehatan gratis Sinergitas TNI Polri di Pulau Galang, seperti dilansir Antara, Minggu (8/3).
Pria yang awalnya sempat menolak itu berharap keberadaan rumah sakit khusus penyakit menular itu nantinya dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Pendirian rumah sakit dipercaya mampu meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.
"Dengan adanya rumah sakit itu akan berdampak ekonomi. Bagaimana respon pemerintah," kata dia.
Dia juga berharap pelayanan kesehatan untuk masyarakat ditingkatkan. "Karena ini mengantisipasi keberadaan rumah sakit itu," kata dia.
Dia juga berharap pembangunan dan operasional rumah sakit turut melibatkan masyarakat setempat, sesuai kemampuan masing-masing.
"Sesuai kemampuan skill orang tempatan, bisa perawat, dokter, security, harus melibatkan tempatan," kata dia.
Di tempat yang sama, Ketua LPM Sijantung, Ahmad Suleman optimistis Pulau Galang bisa menjadi lebih maju dengan kehadiran rumah sakit khusus di sana. Kesejahteraan masyarakat akan meningkat, seiring dengan pembangunan fasilitas kesehatan di Pulau Galang. "Sebagai masyarakat, kami selalu mendukung program pemerintah," kata dia.
Sebelumnya, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, mengatakan kepastian pembangunan fasilitas itu akan diputuskan pada Rabu (11/3) mendatang.
"Terkait Pulau Galang ini, memang pekan lalu sudah dibicarakan. Saya dengar hari Rabu besok akan di-ratas-kan, tiga hari lagi di-ratas-kan untuk dilaksanakan," kata Ngabalin dalam diskusi, di Jakarta, Minggu (8/3).
Dia yakin penyediaan fasilitas tersebut bakal dilakukan dalam waktu cepat. "Negara sebesar republik ini, jangankan satu bulan. Insya Allah sampai 2-3 minggu itu bisa dilakukan oleh negara," tegasnya.
"Jadi seperti yang kita hadapi sekarang, saya ingin mengatakan bahwa pemerintah siap melakukan itu dengan tinggal kita tunggu hari Rabu akan memberikan kejelasan, kepastian terhadap apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden termasuk tempat. Salah satu yang diinginkan itu di Pulau Galang," jelas dia.
Pihaknya sudah berkomunikasi dengan para pemangku kepentingan terkait pembangunan fasilitas kesehatan tersebut. Salah satunya Kementerian PUPR.
"Ada skema yang diatur terkait dengan rumah sakit yang terkait dengan penanganan wabah seperti ini. Kami berkomunikasi juga dengan Pak Basuki (Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono) yang penting skemanya, tempatnya bagaimana, kemudian ada keputusan presiden," urai dia.
Penyediaan fasilitas tersebut, lanjut dia, merupakan bagian dari protokol standar yang harus dijalankan pemerintah dalam menghadapi wabah semacam Covid-19.
"Ini penting supaya nanti salah kutip. Bagi kita situasi seperti hari ini untuk negara kita bukan bahwa nanti ada atau tidak. Tapi kewajiban negara dan pemerintah, perintah Undang-Undang ini harus segera disiapkan. Bahwa ada kemungkinan-kemungkinan yang terjadi kita doakan tidak boleh terjadi," tandasnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya