Jejak Eks Napiter di Balik Pembakaran Warung Mi Babi di Sukoharjo

Pelaku AS, merupakan mantan narapidana terorisme (napiter) dalam kasus tindak pidana terorisme di Jakarta pada 2016.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama- Reporter
Jejak Eks Napiter di Balik Pembakaran Warung Mi Babi di Sukoharjo
Penangkapan pembakar warung mi babi di sukoharjo. (merdeka.com/arie sunaryo).

Teka teki pelaku pembakaran warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Sukoharjo, akhirnya terkuak. Pelaku berinisial AS ditangkap anggota Polres Sukoharjo bersama Polda Jawa Tengah dalam penggerebekan di sebuah rumah kontrakan di Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Senin (19/10) malam. 

AS, merupakan mantan narapidana terorisme (napiter) dalam kasus tindak pidana terorisme di Jakarta pada 2016. Kepolisian masih mendalami rekam jejak terkait kasus pembakaran warung di Kabupaten Sukoharjo.

Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Siahaan mengatakan, pelaku pembakaran warung mi dan babi sudah dilakukan penangkapan. Saat ini masih mendalami kemungkinan keterlibatan pelaku lain dalam kasus tersebut. Roy belum memastikan apakah ada tersangka tambahan yang akan ditetapkan.

"Jadi satu orang masih kita lakukan sebagai tersangka. Apabila ada tersangka lain nanti akan sampaikan," kata Roy Siahaan di Mako Ditpolairud Polda Jateng, Semarang, Selasa (20/10).

 

Kapolda Jateng Sebut Pelaku Pembakar Warung Mi dan Babi di Sukoharjo Mantan Napiter 2016
Kapolda Jateng Sebut Pelaku Pembakar Warung Mi dan Babi di Sukoharjo Mantan Napiter 2016

Pelaku Serang Polisi

Terkait pelaku merupakan mantan pelaku tindak pidana terorisme, kepolisian membenarkan. Kepolisian telah melakukan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) perolehan beberapa bentuk petunjuk yang ada di sana.

"Kita masih mengamankan satu orang," ujar Roy.

Saat proses penangkapan AS dilakukan tindakan tegas secara terukur lantaran melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam jenis samurai dengan menyerang petugas pada Senin (19/10) di Sukoharjo.

"Kita ambil tindakan tegas, tembak pelaku secara terukur. Karena berusaha membacok secara sembarangan. Sehingga terkena bagian badan, dengan peluru karet," jelasnya.

Seorang anggota polisi juga dilaporkan terluka, meski kini anggota itu telah diperbolehkan pulang. Begitu pula kondisi AS disebut telah membaik.

"Anggota yang terluka sudah bisa pulang, sudah bisa kembali. Sedangkan tersangka sudah kondisinya membaik," pungkasnya.

Pemilik Jelaskan Duduk Perkara Warung Mi Babi Tepi Dibakar

Motif pembakaran warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Desa Parangjoro, Grogol, Sukoharjo, perlahan terungkap. Pemilik warung Jodi Sutanto mengaku memang pernah ada penolakan dan demo pada April lalu karena menjual makanan nonhalal. Hingga akhirnya aksi brutal pembakaran warung terjadi pada Sabtu (12/9) dini hari.

"Permasalahannya cuma satu, kita tidak boleh jualan nonhalal dan disuruh tutup karena masyarakat di sana mayoritas Muslim. Kalau perizinan kita sudah lengkap," ujar Jodi, Selasa (15/9).

Jodi menyebut sempat ada demo pada April lalu. Warung dinilai warga hanya mengantongi izin OSS online, tanpa izin lingkungan desa. Setelah itu situasi sempat tenang.

Jodi menegaskan bahwa bisnisnya memiliki izin legal yang lengkap serta lokasinya berada di area yang diapit pabrik dan persawahan, jauh dari pemukiman warga.

"Saya tidak bisa mengatakan siapa dan siapanya. Nanti biar pihak kepolisian saja yang menyelesaikan," ujar Jodi.

Berdasarkan informasi dihimpun menyebutkan, aksi protes dilakukan sejak Mei 2026 oleh ratusan warga Dukuh Sudimoro, Desa Parangjoro. Warga menggelar doa bersama, dan jalan kaki menuntut pencabutan izin usaha warung non-halal tersebut.

Warga mendesak agar lingkungan mereka bebas dari makanan nonhalal dan meminta pemilik mengubah menu menjadi halal.

Rekomendasi