Kepala Rutan Kebonwaru Bandung, Mashuri Alwi, mengingatkan kepada jajarannya agar tak melakukan pungutan liar (pungli) saat menjalankan tugas. Terdapat sanksi tegas yang dapat dikenakan jika didapati ada petugas yang melakukan pungli.
"Segala bentuk pelayanan di Rutan Kelas I Bandung adalah gratis. Tidak dipungut biaya apapun. Saya minta seluruh jajaran menjunjung tinggi hal ini," kata Mashuri saat kegiatan Penguatan Tugas dan Fungsi Petugas Pengamanan di Aula Sabanda Sariksa pada Rabu (9/9).
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Farid, mengimbau penggeledahan badan dan barang dilakukan secara lebih ketat guna mencegah masuknya barang terlarang ke dalam rutan.
"Keamanan adalah prioritas utama. Perketat pemeriksaan di setiap pintu masuk agar tidak ada celah penyelundupan," tegas dia.
Farid juga menekankan deteksi dini atas barang yang masuk diperlukan. Jangan sampai, barang terlarang seperti narkoba, ponsel, dan benda tajam ke dalam rutan.
"Deteksi dini adalah kunci. Perkuat pengamanan di setiap lini," ujar dia.
Ramai video di media sosial yang memperlihatkan sejumlah warga binaan di Rutan Kebonwaru Bandung sedang menggelar 'pesta makan'.
Dari rekaman video, terlihat ada banyak makanan dan minuman yang tersaji di dalam sel. Disebutkan pula dalam video, uang yang dipakai untuk membeli makanan diduga berasal dari hasil menipu.
"Alhamdulillah, semoga barokah sadayana (semoga barokah semuanya)" kata perekam video sebagaimana dilihat pada Selasa (8/9).
Menanggapi hal itu, Kakanwil Ditjenpas Jabar, Yudi Suseno, memastikan peristiwa itu terjadi pada tahun 2024 atau sebelum dirinya menjabat sebagai Kakanwil.
"Itu kejadian tahun 2024 di blok F Rutan Kebonwaru," kata dia melalui pesan singkat.
Yudi memastikan warga binaan yang ada di dalam video dan Kepala Rutan Kebonwaru yang saat itu menjabat sudah diberi sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
"Karutan beserta yang terkait sudah diberi sanksi termasuk warga binaannya," ucap dia.
"Semua warga binaan yang di video di atas sudah dimutasi ke beberapa UPT di Jawa Barat," lanjut dia.