Kapolda Lampung Soroti Kebiasaan Warga Bakar Lahan di Way Kambas

Kapolda Lampung menyoroti tradisi pembakaran lahan oleh masyarakat sekitar Taman Nasional Way Kambas yang berpotensi memicu kebakaran hutan.

Ardi Munthe
Oleh Ardi Munthe - Reporter
Kapolda Lampung Soroti Kebiasaan Warga Bakar Lahan di Way Kambas
Kapolda Lampung, Pangdam XXI/Radin Inten serta Wakil Gubernur, meninjau langsung TNWK untuk proses pemadaman di hari ke lima (Liputan6.com/Ardi Munthe)

Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat di sekitar Taman Nasional Way Kambas (TNWK) yang membakar lahan untuk memunculkan tanaman baru sebagai sumber makanan satwa.

Menurut Helfi, kebiasaan tersebut berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas, terutama ketika kondisi kawasan sedang kering.

Ia menjelaskan, pembakaran dilakukan masyarakat dengan tujuan menumbuhkan tanaman baru yang kemudian menjadi sumber makanan bagi satwa herbivora di kawasan TNWK.

"Ini kan ada tradisi masyarakat setempat, tradisi melakukan pembakaran untuk tumbuh tanaman baru," ujar Helfi di Way Kambas, Selasa (25/8/2026).

Helfi mengatakan, tanaman yang tumbuh setelah lahan dibakar dapat menarik satwa pemakan tumbuhan ke kawasan tersebut.

"Tanaman baru inilah yang akan menarik magnet hewan-hewan yang mengonsumsi ini," jelasnya.

Kebiasaan tersebut menjadi perhatian aparat lantaran pembakaran yang tidak terkendali dapat memunculkan titik api dan memperluas karhutla di kawasan TNWK.

Meski demikian, Helfi memastikan penanganan karhutla di TNWK saat ini belum mengarah ke proses penyidikan.

"Ya, saat ini tidak ada," kata Helfi saat ditanya mengenai kemungkinan kasus karhutla tersebut naik ke tahap penyidikan.

Menurut Helfi, aparat bersama pemerintah daerah dan masyarakat lebih mengedepankan edukasi serta pencegahan agar kebiasaan membakar lahan tidak kembali memicu kebakaran.

"Kita sudah bersama-sama dengan TNI, kemudian Forkopimda, dan masyarakat setempat tentunya, untuk diedukasi supaya tidak melakukan hal tersebut," terang dia.

Ia menambahkan, sosialisasi akan dilakukan secara masif. Upaya tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya kebakaran baru di kawasan konservasi TNWK.

"Dan ini terus kita lakukan secara masif dan tentunya ini paling penting, karena untuk mengantisipasi tidak terjadi di kemudian hari," katanya.

Dengan langkah tersebut, penanganan karhutla di TNWK saat ini difokuskan pada pemadaman, pencegahan munculnya titik api baru, serta peningkatan kesadaran masyarakat di sekitar kawasan.

Kekeringan Ekstrem

Sebelumnya, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyebut kondisi kekeringan ekstrem sebagai dugaan awal penyebab kebakaran di TNWK. Namun, sejumlah kemungkinan lain masih didalami.

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan, pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan pengelola TNWK telah membentuk tim gabungan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

"Pak Gubernur utamanya mengomandoi tim gabungan. Mulai dari TNI, Polri, dan juga seluruh dari tim TNWK, Balai, membentuk suatu tim gabungan untuk bisa memitigasi hal-hal yang berpotensi menjadikan titik api, hotspot baru," kata Jihan.

Pemprov Lampung juga akan melibatkan lebih banyak masyarakat dan komunitas lingkungan dalam upaya menjaga kawasan TNWK dari ancaman kebakaran.

"Kita juga mengajak seluruh komunitas, seperti dari Pramuka atau dari aktivis-aktivis lingkungan lainnya untuk bisa sama-sama menjaga. Atau aware, lebih aware bagaimana potensi terjadinya api dan lain sebagainya. Itu sosialisasi akan kita masifkan lagi," jelasnya.

Rekomendasi