Dedi Mulyadi Siapkan Knalpot Standar Gratis di Pos Polisi, Khusus Motor di Bawah Rp25 Juta

Knalpot motor seharga Rp50 juta ke atas tak akan diganti karena dinilai masuk ke golongan menengah ke atas.

Azzura Galexia
Oleh Azzura Galexia - Reporter
Dedi Mulyadi Siapkan Knalpot Standar Gratis di Pos Polisi, Khusus Motor di Bawah Rp25 Juta
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

Pemprov Jabar berencana menyediakan knalpot standar di sejumlah pos satuan lalu lintas yang ada di Jawa Barat. Dengan begitu, jika nantinya ada motor yang ditindak oleh polisi karena memakai knalpot bising, akan segera diganti dengan knalpot standar.

"Dalam solusi jangka pendek, saya berpikir ke depan Pemprov akan menyiapkan knalpot standar sebagai pengganti. Nanti saya titipkan ke para satuan lalu lintas yang operasi. Nanti bisa disimpan di pos-pos. Mereka ketika operasi langsung ke pos, langsung ganti, boleh pulang," kata Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, dikutip Sabtu (8/8),

Namun demikian, kata Dedi, motor yang knalpotnya diganti dengan standar hanya motor dengan harga di bawah Rp25 juta. Sementara itu, knalpot motor seharga Rp50 juta ke atas tak akan diganti karena dinilai masuk ke golongan menengah ke atas.

"Kalau motornya standar di bawah harga Rp 25 juta, ya kita ganti, apalagi motornya sudah butut, ganti. Tapi kalau motornya kelas Rp50 juta ke atas, jangan. Mereka kelas menengah. Desil-nya sudah desil tanpa desil kalau mereka," ungkap dia.

Dedi mengatakan kebijakan itu akan diterapkan karena acap kali masyarakat golongan menengah ke bawah tak mampu membeli knalpot motor standar. Maka dari itu, mereka terpaksa memakai knalpot bising.

"Karena banyak yang harganya Rp400.000, orang tidak terjangkau untuk menggantinya. Biasa, kalau beli yang brong terjangkau, kalau beli yang standar tidak terjangkau," ujar dia.

 

Harap Tak Ada Lagi Kebisingan

Dengan cara itu, Dedi berharap tak ada lagi pengendara motor di Jabar yang menggunakan knalpot bising. Dia berharap jalanan tak lagi menjadi pusat kesemrawutan dan konflik.

"Pemprov Jabar terbiasa, kenapa setiap masalah selalu selesai? Karena dalam setiap hari selalu mengambil solusi," kata dia.

Ini kompensasinya ini, ini kompensasinya ini. Tujuannya untuk apa? Agar anggaran Pemprov tidak menjadi menara gading yang hanya berputar dari itu ke itu," tandas dia.

Rekomendasi