Semburan Lumpur Kembali Menyembur di Oro-oro Kesongo Blora, Tingginya 15 Meter

Aparat mengimbau masyarakat tidak mendekati lokasi karena dikhawatirkan muncul gas beracun yang membahayakan.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Semburan Lumpur Kembali Menyembur di Oro-oro Kesongo Blora, Tingginya 15 Meter
Semburan Lumpur di Wisata Geologi Oro-oro Kesongo Blora

Objek wisata geologi Oro-oro Kesongo di Dukuh Sucen, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kembali mengalami aktivitas semburan lumpur pada Jumat (7/8/2026).

Aparat mengimbau masyarakat tidak mendekati lokasi karena dikhawatirkan muncul gas beracun yang membahayakan.

Kapolsek Jati AKP Suyadi mengatakan letupan pertama terjadi sekitar pukul 06.30 WIB dengan ketinggian semburan diperkirakan mencapai 10 hingga 15 meter.

"Semburan kedua terjadi pukul 06.50 WIB, kemudian letupan ketiga sekitar pukul 07.15 WIB. Setiap letupan berlangsung sekitar lima menit. Hingga pukul 11.24 WIB sudah terjadi lima kali semburan," kata Suyadi, Jumat (7/8/2026).

Meski demikian, ia menyebut intensitas semburan kali ini masih lebih kecil dibandingkan sejumlah peristiwa serupa yang pernah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Kepolisian tetap meminta warga meningkatkan kewaspadaan dan tidak memasuki area sekitar kawah karena letupan lumpur berpotensi disertai keluarnya gas beracun.

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kami mengimbau warga tetap waspada dan tidak mendekat untuk mengantisipasi gas beracun yang muncul bersamaan dengan semburan lumpur," ujarnya.

Untuk menghindari risiko, petugas memasang garis polisi di sekitar titik semburan guna membatasi akses masyarakat ke kawasan tersebut.

 

Kejadian Pertama 2020

Fenomena letupan lumpur di Oro-oro Kesongo bukan kali pertama terjadi. Pada Agustus 2020, semburan besar mengakibatkan empat orang mengalami keracunan dan 18 ekor kerbau dilaporkan hilang. Aktivitas serupa kembali tercatat pada September 2021 tanpa menimbulkan korban.

Pada April 2023, satu orang meninggal dunia setelah diduga menghirup gas beracun yang keluar dari kawasan kawah.

Sementara pada Desember 2024, kawasan tersebut kembali mengalami 10 kali letupan dengan ketinggian semburan mencapai 8 hingga 20 meter, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Rekomendasi