Banda Aceh, 1 Agustus — Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Jaya bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Penyaluran ini dilakukan di Desa Tuwie Kareung, Kecamatan Pasie Raya, Kabupaten Aceh Jaya, pada Sabtu (1/8), menggunakan dua unit mobil khusus. Langkah ini diambil untuk meringankan beban warga yang kesulitan mendapatkan akses air bersih akibat kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBK Aceh Jaya, AG Suhadi, menjelaskan bahwa penyaluran air bersih ini merupakan respons terhadap kondisi darurat. Beberapa desa di Kecamatan Pasie Raya dan Teunom mengalami dampak kekeringan parah, salah satunya karena terhentinya pasokan air dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Mon Mata. Kondisi ini menyebabkan banyak warga tidak dapat memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Kemarau panjang yang telah berlangsung sekitar sebulan terakhir telah menyebabkan debit air sungai menurun drastis, mengganggu operasional Perumda Tirta Mon Mata. Selain pasokan air bersih, sektor pertanian juga merasakan dampak serius. Ratusan hektare lahan persawahan mengalami kekeringan, mengancam hasil panen petani setempat.
Advertisement
Advertisement
Dampak Kekeringan Meluas di Aceh Jaya
Kekeringan yang melanda Aceh Jaya telah menimbulkan krisis air bersih di sejumlah desa, khususnya di Pasie Raya dan Teunom. Situasi ini diperparah dengan terhambatnya distribusi air dari Perumda Tirta Mon Mata. Menurut AG Suhadi, "Ada beberapa desa yang terdampak kekeringan di Pasie Raya dan Teunom salah satu penyebabnya karena tidak adanya air PDAM efek dari kekeringan."
Penurunan debit air sungai yang signifikan menjadi penyebab utama gangguan pasokan air. Akibatnya, banyak pelanggan Perumda Tirta Mon Mata tidak bisa mendapatkan air bersih. Kondisi ini memaksa warga untuk mencari alternatif sumber air yang seringkali tidak mudah dijangkau atau tidak higienis.
Selain masalah air minum, sektor pertanian juga terpukul keras. Data menunjukkan bahwa lebih dari 386 hektare lahan persawahan masyarakat telah mengalami kekeringan. Hal ini berpotensi menyebabkan kerugian besar bagi para petani di Aceh Jaya, yang sangat bergantung pada hasil pertanian mereka.
Advertisement
Advertisement
Upaya Penyaluran Air Bersih dan Penanganan Jangka Pendek
Untuk mengatasi krisis air bersih, BPBK Aceh Jaya mengerahkan dua unit kendaraan. Armada tersebut terdiri dari satu mobil tangki air dan satu mobil pemadam kebakaran yang dimodifikasi untuk mengangkut air bersih. Penyaluran ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar warga untuk sementara waktu.
AG Suhadi menyatakan harapannya bahwa dengan adanya penyaluran air ini, warga dapat terbantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Ini merupakan respons cepat pemerintah daerah untuk mengurangi penderitaan masyarakat.
Dalam upaya penanganan dampak kekeringan pada lahan persawahan, pemerintah setempat juga telah mengambil langkah-langkah. Pompa-pompa portabel milik kelompok brigade pangan telah difungsikan untuk mengairi sawah yang kekeringan. Selain itu, pompa dari setiap kelompok tani di Aceh Jaya juga dimanfaatkan dan dapat dipinjamkan kepada petani lain yang membutuhkan, asalkan di daerah tersebut tersedia sumber air.
Advertisement
Advertisement
Solusi Jangka Panjang dan Anggaran Pemerintah
Menyadari dampak jangka panjang dari kekeringan, BPBK Aceh Jaya telah mengusulkan pengalokasian dana tanggap darurat. Dana ini rencananya akan digunakan untuk pengerukan Krueng Teunom dan pembelian pompa hisap air baku tambahan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pasokan air baku untuk Perumda Tirta Mon Mata di masa mendatang.
Selain itu, Pemerintah Aceh Jaya juga berupaya menyediakan solusi permanen melalui program sumur bor atau irigasi perpompaan. Proyek ini didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan dialokasikan di beberapa titik strategis. Namun, proyek sumur bor ini masih dalam tahapan pengeboran dan belum dapat beroperasi sepenuhnya.
Upaya-upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dan pusat dalam menghadapi tantangan kekeringan. Dengan kombinasi penanganan darurat dan solusi jangka panjang, diharapkan masyarakat Aceh Jaya dapat lebih resilient terhadap ancaman kekeringan di masa depan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews