Reformasi Birokrasi Ala Menhut Raja Juli

Menhut Raja Juli menegaskan komitmen membangun sistem merit di lingkungan Kementerian Kehutanan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Reformasi Birokrasi Ala Menhut Raja Juli
Menhut Raja Juli Antoni

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan komitmen membangun sistem merit di lingkungan Kementerian Kehutanan. Menurutnya, promosi dan pengembangan karier aparatur sipil negara (ASN) harus didasarkan pada kapasitas, kompetensi, dan kinerja, bukan kedekatan dengan pimpinan maupun latar belakang tertentu.

"Saya sedang terus berusaha semaksimal mungkin untuk membangun sistem merit, meritokrasi di kementerian ini. Berusaha membuat talent pool yang objektif, didasarkan pada kapasitas dan kinerja seseorang, bukan latar belakang suku, agama, atau dia dari mana," ujar Raja Antoni dikutip Jumat (10/7/2026). 

Ia mengakui sistem tersebut belum berjalan sempurna. Namun, ia berharap sistem merit dapat menjadi warisan yang memastikan promosi jabatan dilakukan secara objektif dan terdokumentasi secara digital.

"Saya ingin kawan-kawan yang bekerja dengan baik, tanpa perlu kenal menteri dan wakil menteri, tetapi tercatat secara digital melalui platform yang kita punya. Semua bisa melihat siapa yang layak dilantik dan siapa yang belum layak," katanya.

Menurut Raja Antoni, reformasi birokrasi tidak hanya menyangkut perubahan struktur organisasi, tetapi juga budaya kerja. Karena itu, ia mengajak seluruh ASN menjadi bagian dari proses perubahan tersebut.

"Kalian adalah bagian paling penting dari proses perubahan ini. Mari terus bekerja menata kementerian agar semakin baik, menjaga kelestarian hutan, pembangunan tetap berjalan, dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat," ujarnya.

Selain membangun sistem merit, Raja Antoni juga mendorong ASN terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan formal maupun nonformal. Kementerian Kehutanan, kata dia, akan memperkuat pengembangan sumber daya manusia, termasuk membuka peluang pendidikan dan beasiswa untuk menyiapkan generasi pemimpin kehutanan di masa depan.

"Jangan pernah berhenti belajar. Belajar bukan hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga dari pimpinan, rekan kerja, maupun bawahan. Saya sendiri sebagai menteri tidak pernah berhenti belajar agar setiap keputusan yang diambil benar-benar berdasarkan pemahaman yang utuh," katanya.

Rekomendasi