Polisi menemukan barang bukti sebuah bahan kimia yang tersimpan di TKP ledakan.
Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri turun tangan mendalami insiden ledakan di sebuah rumah kawasan Desa Ligarmukti, Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
"Lagi didalami sama Densus 88 (terkait insiden ledakan)," ucap Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro, dikutip Sabtu (15/6).
Rio menjelaskan alasan dilibatkannya Tim Densus 88 bertujuan untuk memastikan ada tidaknya keterlibatan teroris dalam insiden ledakan tersebut.
"Kami lagi koordinasi dengan Densus apakah ada keterkaitan dengan teroris atau enggak," ujarnya.
Advertisement
Di sisi lain, Rio menyampaikan dari hasil pemeriksaan awal penyidik di lokasi ditemukan barang bukti sebuah bahan kimia yang tersimpan di TKP.
“Betul ada (ledakan), potassium chloride. Jadi dari jibom itu, kan ngundang jibom dari Mako dan Densus. Jadi betul ada (ledakan),” ucap Rio.
Rio mengungkapkan, ledakan tersebut membuat satu orang terluka. Korban mengalami luka cukup parah sehingga tubuhnya harus diamputasi.
“Ada satu korban, tangannya diamputasi, kakinya diamputasi,” ucapnya.
Meski demikian, Rio menegaskan ledakan itu belum bisa disebut berasal dari sebuah bom. Sebab, polisi masih memastikan penyebab pasti dari ledakan tersebut.
“Tapi bukan bom ya. Jadi terjadi ledakan dari potassium chloride. Peruntukannya untuk apa, masih didalami sama Densus 88 dan Sat Gegana Kelapa Dua,” ujarnya.
Advertisement
merdeka.com