Gunung Marapi Meletus hingga 133 Kali Sejak Desember 2023

Teranyar, erupsi Marapi terjadi pada 21 Januari 2024 pukul 05.13 WIB.

Lisa Septri Melina
Oleh Lisa Septri Melina - Reporter
Gunung Marapi Meletus hingga 133 Kali Sejak Desember 2023
Gunung Marapi Meletus hingga 133 Kali dalam Dua Bulan Terakhir (© 2024 merdeka.com)

Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) meletus sebanyak 133 kali sejak awal Desember 2023 hingga sekarang.

Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) meletus sebanyak 133 kali sejak awal Desember 2023 hingga sekarang.


Data yang dihimpun merdeka.com dari Pos Pemantau Gunung Marapi Sumbar, tercatat dari 133 letusan tersebut, 107 kali letusan terjadi pada Desember 2023. Kemudian 26 kali terjadi pada 1-21 Januari 2024.

Teranyar, erupsi terjadi pada 21 Januari 2024 pukul 05.13 WIB. Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 18.4 mm dan durasi kurang lebih 44 detik.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

"Saat erupsi tinggi kolom abu tidak teramati," kata Kepala Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Marapi, Ahmad Rifandi melalui keterangan tertulisnya, Minggu, (21/1).

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dia menyebut, saat ini Gunung Marapi berada pada Status Level III (Siaga). Masyarakat, pendaki, dan wisatawan diminta tidak memasuki dan tak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 4,5 km dari pusat erupsi (Kawah Verbeek) Gunung Marapi.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kemudian, masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, aliran, bantaran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diimbau agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA)
Dok. Istimewa

Selain masker, harus menggunakan perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Masyarakat juga perlu mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang tebal agar tidak roboh.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kemudian, dia juga mengimbau kepada seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoaks), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya.

Selanjutnya, masyarakat diharapkan selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah, Pemerintah Daerah Kota Bukit Tinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam agar senantiasa berkoordinasi dengan PusatcVulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung atau dengan Pos Pengamatan Gunung Marapi di Bukit Tinggi untuk mendapatkan informasi langsung tentang aktivitas Gunung Marapi.

Selanjutnya, masyarakat, instansi pemerintah, maupun instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan aktivitas maupun rekomendasi Gunung Marapi melalui aplikasi Magma Indonesia dan website Magma Indonesia. 

Rekomendasi