Sejumlah warga berbondong-bondong hendak menaiki kapal TNI AL, ketika Gunung Ruang kembali mengalami erupsi, di Pulau Tegulandang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, Rabu (1/5/2024). Gunung Ruang, yang berstatus Level IV atau Awas, hingga kini masih terus memuntahkan material vulkanik. Foto: Ronny Adolof Buol/AFP
Advertisement
Ribuan orang yang tinggal di pulau-pulau terdekat Gunung Ruang pun secara bertahap menyelamatkan diri. Mereka menaiki sejumlah kapal evakuasi yang dikerahkan TNI AL, Polri, hingga Basarnas. Foto: Ronny Adolof Buol/AFP
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sebelumnya meminta penduduk sekitar untuk mewaspadai potensi tsunami dari material-material Gunung Ruang yang berjatuhan ke dalam laut. Foto: Ronny Adolof Buol/AFP
BNPB mengungkapkan, pada Rabu (30/4), bahwa sebanyak 12 ribu warga Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara dievakusi akibat erupsi fase kedua Gunung Ruang. Foto: Ronny Adolof Buol/AFP
BNPB mencatat ke-12 ribu orang warga Tagulandang tersebut di antaranya merupakan penduduk wilayah Desa Pumpente, Laingpatehi, Mahangiang, Tulusan Barangka Pehe, Apengsala, Lesah Rende, Pahiama, Boto, Leseh, Bahoi dan Balehumara. Foto: Ronny Adolof Buol/AFP
Advertisement
BNPB mengungkapkan tujuh posko darurat sudah disiapkan untuk menampung belasan ribu warga tersebut. Foto: Ronny Adolof Buol/AFP
Kondisi rumah-rumah warga yang rusak parah akibat erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, Rabu (1/5/2024). Foto: Ronny Adolof Buol/AFP