Advertisement
Penampakan kabut asap pekat yang mengepung Kota Palembang, pada Kamis (14/9/2023). Sebaran kabut asap ini dipicu oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Sumatera Selatan.
Advertisement
Sebaran kabut asap akibat karhutla ini membuat kualitas udara di Palembang memburuk.
Berdasarkan laporan situs pemantau kualitas udara IQAir, indeks kualitas udara di Palembang menyentuh angka 191, lebih buruk dari polusi di Jakarta.
Kualitas udara di Palembang ini masuk dalam kategori 'merah' atau 'tidak sehat'.
Selain itu, konsentrasi PM2.5 pada polusi udara di Palembang saat ini 26 kali melebihi ambang batas panduan kualitas udara WHO.
Advertisement