Jauh dari Otoriter, Gaya Unik Soeharto Tangkal Serangan Hoaks

Soeharto menganggap, pemberitaan hoaks yang menyerang dirinya dan keluarganya sebagai ujian.

Dedi Rahmadi
Oleh Dedi Rahmadi - Reporter
Jauh dari Otoriter, Gaya Unik Soeharto Tangkal Serangan Hoaks
Jauh dari Otoriter, Gaya Unik Soeharto Tangkal Serangan Hoaks (Merdeka.com)

Selain Presiden Soeharto, hoaks juga menimpa keluarganya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Presiden Kedua Indonesia, Soeharto dan keluarga pernah mendapat serangan berita hoaks terkait Tapos. Dalam menghadapi serangan itu, Soeharto menyikapinya jauh dari otoriter.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Presiden Soeharto dikenal sosok yang santai dalam menyikapi berbagai masalah. Beredar sebuah momen ketika Soeharto menangkis serangan hoaks yang menghujaninya kala itu.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Momen dalam sebuah video saat Presiden Soeharto tengah berpidato menjadi sorotan di media sosial. Dalam video tersebut tampak Soeharto sedang melakukan kunjungan ke Peternakan Tapos, Jawa Barat.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Soeharto mengaku banyak sekali pemberitaan, baik positif atau pun juga dari sisi negatif yang mengarah pada Tapos.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Memberitakan dengan tujuan negatif, karena mereka tidak mengetahui keadaan yang sebenarnya dari Tapos ini," jelas Soeharto dikutip dari akun Instagram @jejaksoeharto.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Karena memikirkan ini peternakan dari Presiden, padahal bukan peternakan Presiden, ini sebenarnya punya anak-anak saya yang saya mbonceng untuk mengadakan riset dan penelitian," kata Soeharto menambahkan.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Soeharto menganggap, pemberitaan hoaks yang menyerang dirinya dan keluarganya sebagai ujian.

"Tapi tidak apa-apa, ini saya gunakan sebagai suatu ujian sampai di mana menghadapi semua isu-isu yang negatif tersebut. Sampai suatu isu tersebut sebetulnya sudah merupakan penfitnahan,"

ungkap Soeharto.

Meski sering diserang hoaks, Presiden Soeharto memilih berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ditambah dengan senyum dan canda tawa.

Meski sering diserang hoaks, Presiden Soeharto memilih berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ditambah dengan senyum dan canda tawa.
Dok. Istimewa

Tuhan Yang Maha Esa

Tuhan Yang Maha Esa<br>
Dok. Istimewa

Dia yakin, yang baik atau salah akan segera terlihat dengan sendirinya.

"Kami percaya pada Tuhan yang Maha Kuasa dan pada nantinya mana yang baik dan benar itu akan kelihatan, yang jelek itu juga akan nampak pula. Jadi saya serahkan kepada Tuhan yang Maha Kuasa," tutur Soeharto.

Rekomendasi