Kopda Anumerta Dwi Bekti Probo Siniwoko (28), gugur saat baku tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Sabtu (25/11). Anggota Satgas Yonif Mekanis Raider 411/Pandawa Kostrad itu tertembak saat memburu anggota KKB yang membunuh masyarakat di daerah Paro.
Tiga prajurit TNI lainnya gugur dalam insiden tersebut selain Kopda Probo. Ketiga prajurit itu adalah Praka Yipsan Ladou, Pratu Miftahul Firdaus, dan Prada Darmawan.
Para korban mendapat kenaikan pangkat luar biasa dari pangkat sebelumnya prajurit kepala menjadi kopral dua anumerta.
Advertisement
Kopda Probo dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kota Madiun, Jawa Timur, Senin (27/11) kemarin.
Pemakaman dilakukan secara militer dengan dipimpin Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayor Jenderal TNI Haryanto.
Advertisement
Kopda Dwi Probo Belum Pernah Bertemu Anak
Kopda Probo meninggalkan seorang istri bernama Dita Kurnia Putri (27) yang dinikahi pada 2021 dan seorang anak yang baru berusia satu bulan, Yudhistira Cakrayudha Siniwoko.
Dita mengatakan, suaminya bertugas di Papua sekitar lima bulan atau saat dia mengandung lima bulan.
"Sekarang anak kami sudah lahir berusia satu bulan dan belum pernah bertemu ayahnya secara langsung," kata Dita.
Advertisement
Komunikasi Terakhir Kopda Dwi Probo dengan Istri dan Anak
Dita mengaku terakhir berkomunikasi dengan suaminya pada Kamis (23/11) sore atau dua hari sebelum insiden penembakan pada Sabtu (25/11).
Saat itu Probo pamit kepada sang anak yang masih bayi melalui fasilitas panggilan video bahwa hendak tugas ke hutan. Komunikasi itu menjadi pertemuan virtual terakhir Kopda Probo sebelum akhir gugur tertembak.