Cilacap, Jawa Tengah, 20 Juni 2026 – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto melakukan kunjungan kerja ke Pulau Nusakambangan. Kunjungan ini fokus pada peninjauan berbagai program ketahanan pangan dan inovasi warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang berpotensi mendukung produksi nasional. Mereka mencicipi telur asin hingga memanen ikan sidat hasil budidaya WBP, menegaskan komitmen terhadap kemandirian pangan di lingkungan pemasyarakatan.
Agenda kunjungan kerja ini dimulai pada Sabtu pagi dengan meninjau lokakarya pembuatan batako dari limbah pembakaran batubara, Fly Ash dan Bottom Ash (FABA). Di lokasi tersebut, keduanya juga mengamati rumah dinas yang dibangun menggunakan batako hasil produksi para WBP. Kegiatan ini menunjukkan bagaimana limbah dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomis.
Selanjutnya, rombongan melanjutkan peninjauan ke kandang ayam yang dikelola oleh Lapas Kelas IIB Terbuka Nusakambangan. Selain memanen telur ayam omega tiga, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Ketua Komisi IV DPR RI turut mencicipi telur asin yang dihasilkan WBP, yang mendapat pujian atas kualitasnya.
Advertisement
Advertisement
Inovasi WBP di Balik Jeruji Besi
Kunjungan Nusakambangan ini menyoroti berbagai inovasi yang dikembangkan oleh warga binaan. Setelah meninjau produksi batako ramah lingkungan, rombongan berkesempatan melihat langsung budidaya ayam petelur. Telur ayam yang kaya omega tiga dan telur asin produksi WBP menjadi bukti nyata potensi ekonomi dari kegiatan pembinaan di lapas.
Tidak hanya itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto dan Titiek Soeharto juga meninjau pusat pengolahan pupuk organik. Pupuk ini terbuat dari kotoran hewan seperti sapi, ayam, domba, dan kelelawar, yang merupakan inovasi dari Lapas Kelas I Batu Nusakambangan. Program ini menunjukkan upaya optimalisasi sumber daya di lingkungan lapas untuk mendukung pertanian berkelanjutan.
Berbagai kegiatan produktif ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) untuk membekali WBP dengan keterampilan. Kemenimipas, yang merupakan kementerian baru dalam Kabinet Merah Putih periode 2024-2029, bertanggung jawab menyelenggarakan suburusan pemerintahan di bidang imigrasi dan pemasyarakatan.
Advertisement
Advertisement
Pusat Pelatihan dan Potensi Perikanan
Selain sektor pertanian dan kerajinan, kunjungan Nusakambangan juga mencakup Balai Latihan Kerja (BLK) Nusakambangan. BLK ini difokuskan sebagai pusat pelatihan menjahit bagi warga binaan Lapas Kelas IIB Nirbaya. Di BLK, para WBP tidak hanya berlatih, tetapi juga memproduksi seragam untuk warga binaan lainnya, menciptakan ekosistem produksi yang mandiri.
Sektor perikanan juga menjadi fokus dalam kunjungan kerja ini. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Ketua Komisi IV DPR RI mengunjungi tambak udang vaname di Bantar Panjang, Nusakambangan. Keduanya ikut memanen udang bersama warga binaan Lapas Kelas IIA Permisan, bahkan menyantap makanan olahan hasil tangkapan tersebut. Ini menunjukkan potensi besar perikanan di Nusakambangan.
Kunjungan kerja diakhiri dengan meninjau tambak budidaya ikan sidat pada Kamis sore. Seperti di lokasi sebelumnya, Agus Andrianto dan Titiek Soeharto menyaksikan warga binaan memanen ikan sidat yang dikenal kaya akan asam lemak omega tiga. Kegiatan ini menegaskan bahwa program pembinaan di Nusakambangan mencakup berbagai sektor produktif.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Peningkatan Ketahanan Pangan
Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto mengapresiasi kinerja Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam bidang ketahanan pangan. Menurutnya, transformasi di Pulau Nusakambangan membuktikan bahwa ketahanan pangan dapat diwujudkan di sektor mana pun, termasuk kementerian yang berhubungan dengan pemasyarakatan.
Titiek Soeharto menambahkan bahwa keberhasilan ini harus menjadi cambuk bagi kementerian terkait ketahanan pangan lainnya untuk lebih giat mencapai target yang diinginkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Hal ini menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan perbaikan dalam kerja-kerja ketahanan pangan di lingkungan Kemenimipas. Ia menegaskan bahwa evaluasi dan arahan yang diterima akan ditindaklanjuti untuk perbaikan berkelanjutan. Dalam kunjungan ini, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan didampingi Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi dan Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko, sementara Titiek Soeharto didampingi anggota Komisi IV DPR RI Rajiv dan Darori Wonodipuro.
Advertisement
Sumber: AntaraNews