Dari Aksi Sosial ke Senyum Baru, KukuBima Sido Muncul dan Yayasan TOP Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis

KukuBima Sido Muncul bersama Yayasan TOP menghadirkan operasi bibir sumbing gratis untuk memberi harapan dan senyum baru bagi anak Indonesia.

nofie tessar
Oleh nofie tessar - Reporter
Dari Aksi Sosial ke Senyum Baru, KukuBima Sido Muncul dan Yayasan TOP Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Direktur Utama PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat bersama perwakilan Yayasan TOP, Maya Sari, kepada Direktur RS Permata Jonggol dr. Sri Handayani, MARS, disaksikan Camat Jonggol Andri Rahman, S.STP., M.Si., jajaran dokter spesialis, tenaga medis, hingga keluarga pasien bertempat di RS Permata Jonggol, Jumat (22/5/2026). (2026 merdeka.com/Gilar Dhani)

Bibir sumbing masih menjadi tantangan besar bagi banyak keluarga, bukan hanya karena dampaknya pada kesehatan anak, tetapi juga karena biaya operasi yang tidak sedikit. Berangkat dari kondisi itu, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) melalui KukuBima bersama Yayasan Tangan Orang Peduli (TOP) dan RS Permata Jonggol menggelar operasi bibir sumbing dan langit-langit gratis bagi 20 pasien dari Bogor dan sekitarnya, dengan total bantuan Rp355.250.000. Program ini menjadi bagian dari komitmen sosial Sido Muncul menjelang usia ke-75 tahun.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Direktur Utama PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, bersama perwakilan Yayasan TOP, Maya Sari, kepada Direktur RS Permata Jonggol dr. Sri Handayani, MARS. Penyerahan ini turut disaksikan Camat Jonggol Andri Rahman, jajaran dokter spesialis, tenaga medis, dan keluarga pasien. Dari total bantuan itu, Rp200.000.000 berasal dari Yayasan TOP dan Rp155.250.000 dari Sido Muncul.

Program ini juga menjadi bagian dari komitmen sosial Sido Muncul menjelang usia ke-75 tahun pada November 2026 mendatang. Bukan hanya melalui produk, perusahaan ingin terus hadir lebih dekat dengan masyarakat lewat kontribusi yang benar-benar berdampak pada kualitas hidup.

Kepedulian yang Berangkat dari Empati

Operasi Bibir Sumbing
Direktur Utama Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat berbincang dengan Novianti, orang tua pasien bibir sumbing di RS Permata Jonggol, Jumat (22/5/2026). 2026 merdeka.com/Gilar Dhani

Bagi Irwan Hidayat, program ini bukan sekadar agenda CSR atau kegiatan simbolis. Ia melihat langsung bagaimana bibir sumbing bisa memengaruhi kehidupan anak dan keluarganya, mulai dari kesulitan makan hingga rasa minder yang bisa terbawa dalam kehidupan sosial mereka.

“Saya rasa semua orang tua pasti ingin anaknya dioperasi, cuma bingung bagaimana caranya. Kalau ada yang mengalami bibir sumbing, silakan mendaftar ke rumah sakit atau lewat BPJS,” ujarnya.

Irwan juga menegaskan bahwa upaya membantu masyarakat dalam urusan kesehatan tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah semata. Menurutnya, sektor swasta dan masyarakat juga perlu ikut ambil bagian agar semakin banyak warga yang terbantu.

“Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri. Perlu partisipasi masyarakat dan pengusaha untuk membantu warga yang membutuhkan,” katanya.

Irwan menjelaskan empatinya pada kondisi anak-anak penderita bibir sumbing yang harus menghadapi kesulitan sehari-hari yang tidak ringan.

“Kami bisa merasakan bahwa anak-anak yang menderita bibir sumbing kesulitan untuk makan, berbicara dan kurang percaya diri terhadap penampilannya. Maka dari itu, hari ini kami kembali memberikan bantuan operasi sumbing bibir gratis bagi 20 penderita yang ada di wilayah Bogor,” ujar Irwan Hidayat.

Ia juga berharap masyarakat yang membutuhkan tidak ragu mencari bantuan medis. Bahkan, Irwan secara khusus mengajak para orang tua untuk menyebarkan informasi ini kepada orang lain yang mengalami kondisi serupa.

“Kepada ibu-ibu yang anaknya sakit, saya berharap nanti setelah operasi mereka pasti sembuh. Tolong sampaikan juga kepada teman-teman atau tetangga di rumah, bahwa di RS Permata Jonggol bisa melakukan operasi bibir sumbing gratis ini. Kita harus selalu bersyukur kepada Tuhan,” tutur Irwan Hidayat.

Apresiasi untuk Relawan, Yayasan, dan Tim Medis

Irwan Hidayat
Direktur Utama Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat memberikan keterangan kepada awak media usai kegiatan penyerahan bantuan Operasi Gratis Sumbing Bibir & Langit-Langit di RS Permata Jonggol, Jumat (22/5/2026). 2026 merdeka.com/Gilar Dhani

Di balik terselenggaranya bakti sosial ini, ada peran besar Yayasan TOP yang ikut menjadi penggerak utama kolaborasi. Menariknya, yayasan ini lahir dari komunitas pecinta olahraga raket yang mengubah semangat olahraga menjadi gerakan sosial berkelanjutan. Irwan pun mengaku terkesan dengan semangat para anggota yayasan yang tetap memikirkan masyarakat di tengah aktivitas olahraga dan turnamen yang mereka jalankan.

“Saya senang karena meskipun yayasan ini beranggotakan orang-orang yang gemar berolah raga, namun mereka memiliki kepedulian untuk sesama. Jadi sambil berolah raga, mereka ngumpulin amal untuk disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan bantuan,” ujar Irwan.

Irwan juga menyampaikan kekagumannya dengan gaya yang lebih spontan.

“Jarang ada orang bermain olahraga, mengadakan turnamen, tetapi tetap ingat masyarakat yang membutuhkan. Ini luar biasa,” kata Irwan.

Kolaborasi antara Sido Muncul dan Yayasan TOP ini dijembatani oleh anggota yayasan, Rheno Adrian Hidayat. Sementara yayasan sendiri diketuai Nathalia Soetrisno. Berawal dari komunitas tenis dan padel, TOP berkembang menjadi gerakan sosial yang menghubungkan pemain, sponsor, komunitas, dan masyarakat untuk sama-sama menciptakan dampak nyata.

Sejak berdiri, TOP telah menjalankan berbagai program mulai dari penyediaan air bersih, beasiswa pendidikan, renovasi panti asuhan dan rumah jompo, bantuan sosial, hingga kolaborasi kesehatan seperti operasi bibir sumbing dan celah langit-langit.

Selain Yayasan TOP, Irwan juga memberi perhatian khusus kepada tim dokter yang terlibat. Baginya, para tenaga medis adalah sosok yang memegang peran paling penting dalam perubahan hidup pasien.

“Dokter-dokter ini luar biasa karena mengoperasi tanpa dibayar. Ada dokter Selvi, dokter Hilmi, dokter Hengky, dan dokter Sudianto. Mereka yang sebenarnya paling berjasa,” ucapnya.

Dari Olahraga, untuk Sesama

Sido Muncul
Direktur Utama Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat bersama Direktur RS Permata Jonggol dr. Sri Handayani, MARS, perwakilan Yayasan TOP, Maya Sari di RS Permata Jonggol, Jumat (22/5/2026). 2026 merdeka.com/Gilar Dhani

Perwakilan Yayasan TOP, Maya Sari, mengatakan sebagian dana bantuan berasal dari penyelenggaraan Tolak Angin x TOP Tennis and Padel Tournament 2026 di Surabaya. Bagi TOP, turnamen bukan semata kompetisi, melainkan sarana untuk mengumpulkan kepedulian menjadi aksi nyata.

“Kami dari komunitas tenis di Surabaya rutin mengadakan turnamen, lalu hasilnya digunakan untuk kegiatan charity,” ujar Maya.

“Setiap pertandingan, sponsor, dan dukungan yang diberikan ternyata bisa menghadirkan harapan baru bagi anak-anak dan keluarga pasien,” tambahnya.

Yayasan TOP (Tangan Orang Peduli) sendiri merupakan yayasan sosial yang lahir dari keyakinan bahwa olahraga dapat menjadi sarana menciptakan dampak nyata bagi masyarakat. Didirikan oleh komunitas pecinta olahraga raket, TOP hadir dengan visi sederhana namun kuat: mengubah semangat olahraga menjadi gerakan kepedulian sosial yang berkelanjutan.

Berawal dari komunitas tenis di Surabaya, TOP membangun gerakan yang menghubungkan pemain, sponsor, komunitas, hingga masyarakat untuk bersama-sama menghadirkan perubahan positif. Seiring berkembangnya olahraga raket di Indonesia, khususnya padel yang tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir, TOP juga mulai aktif mendukung ekosistem olahraga tersebut. Apalagi para pendiri dan penggerak yayasan kini ikut terlibat dalam komunitas padel dan melihat olahraga ini memiliki semangat kebersamaan yang kuat serta potensi besar sebagai medium berbagi kepada sesama.

Mewakili Ketua Yayasan TOP Nathalia Soetrisno, Maya menyampaikan keyakinannya bahwa bantuan yang diberikan dengan tulus tidak hanya mengubah keadaan seseorang, tetapi juga bisa membawa harapan baru bagi masa depan. Harapan Maya terhadap kolaborasi ini juga sangat jelas.

“Harapannya bisa ketularan konsistensi Sido Muncul dalam berbagi dan juga ketularan suksesnya supaya manfaat yang diberikan lebih besar lagi,” ucap Maya sambil tersenyum.

Dari Tindakan Medis ke Harapan Baru

Direktur RS Permata Jonggol
Direktur RS Permata Jonggol, dr. Sri Handayani, MARS 2026 merdeka.com/Gilar Dhani

Bagi RS Permata Jonggol, program ini bukan sekadar tindakan operasi, melainkan awal dari perjalanan hidup yang lebih baik bagi anak-anak dan keluarganya. Direktur RS Permata Jonggol, dr. Sri Handayani, MARS, menegaskan bahwa makna dari program ini jauh lebih besar daripada aspek medis semata.

“Ini bukan hanya tentang tindakan medis, tetapi juga awal perjalanan baru yang lebih baik bagi anak-anak yang kita cintai,” kata dr. Sri Handayani.

Ia menjelaskan, untuk memastikan operasi berjalan aman, rumah sakit menyiapkan tim medis lengkap.

“Tim medis terdiri dari dokter spesialis bedah plastik, dokter spesialis anak, dan dokter anestesi,” ujar Sri Handayani.

Setiap pasien yang akan dioperasi juga harus melewati tahapan pemeriksaan terlebih dulu.

“Anak-anak diperiksa dulu oleh dokter spesialis anak. Kalau dinyatakan sehat dan lolos screening, baru bisa dilakukan tindakan operasi,” jelasnya.

Sri Handayani juga menyebut program ini tak berhenti dalam satu hari pelaksanaan saja. Rumah sakit membuka program operasi bibir sumbing dan langit-langit gratis ini selama lima bulan, mulai Mei hingga Oktober 2026.

“Saat ini sudah 20-an anak mendaftar ikut kegiatan operasi sumbing bibir, 8 diantara siap dioperasi hari ini,” katanya.

Ia berharap, rentang waktu tersebut bisa membuat lebih banyak masyarakat terbantu. Di sisi lain, rumah sakit juga menetapkan syarat medis tertentu, seperti usia minimal tiga bulan dengan berat badan lima kilogram untuk pasien bibir sumbing, dan usia minimal satu tahun dengan berat badan delapan hingga sembilan kilogram untuk pasien sumbing langit-langit, serta kondisi anak harus sehat dan tidak sedang mengalami penyakit penyerta.

Bukan Program Pertama, dan Bukan yang Terakhir

Sido Muncul
Direktur Utama Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat bersama Direktur RS Permata Jonggol dr. Sri Handayani, MARS, perwakilan Yayasan TOP, Maya Sari di RS Permata Jonggol, Jumat (22/5/2026). 2026 merdeka.com/Gilar Dhani

Camat Jonggol Andri Rahman juga mengapresiasi kolaborasi ini sebagai bentuk bantuan nyata yang sangat dibutuhkan masyarakat.

“Kami bersyukur karena ini sudah menjadi kegiatan sosial ketiga bersama Sido Muncul di RS Permata Jonggol, setelah sebelumnya ada program stunting dan operasi katarak,” katanya.

Ia menegaskan, “Ada sebagian warga yang mungkin belum bisa ter-cover pemerintah, sehingga kegiatan sosial seperti ini sangat meringankan masyarakat,” ujarnya.

Ketika Sebuah Bantuan Mengubah Masa Depan

Operasi Bibir Sumbing
Novianti, ibu dari Maher (9 bulan), pasien operasi bibir sumbing. 2026 merdeka.com/Gilar Dhani

Di balik angka bantuan dan nama-nama institusi, program ini sesungguhnya berbicara tentang manusia. Tentang seorang ibu yang khawatir tak mampu membiayai operasi anaknya. Tentang ayah yang sedih melihat anaknya minder karena kondisi fisik. Tentang anak-anak yang hanya ingin hidup seperti teman-temannya.

Novianti, ibu dari Maher (9 bulan), mengaku sangat bersyukur karena bantuan ini meringankan beban keluarganya. Putra bungsunya lahir dengan kondisi bibir sumbing dan celah pada langit-langit mulut, yang membuat keluarga harus memberi perhatian ekstra sejak hari pertama.

“Terima kasih banget karena kami sudah dibantu. Kalau tidak ada program seperti ini, belum tentu kami bisa melakukan operasi untuk anak kami,” ujarnya.

Harapan Novianti sederhana, tapi begitu besar maknanya.

“Saya bersyukur sekali mendapatkan kesempatan operasi ini. Semoga anak saya bisa seperti anak-anak pada umumnya,” tuturnya.

Pasien Operasi Bibir Sumbing
Haris Hidayat bersama sang anak yang akan mendapatkan operasi gratis dari KukuBima Sido Muncul. 2026 merdeka.com/Gilar Dhani

Cerita serupa datang dari Haris, ayah dari Hayat Banyuwira (9 tahun) yang sehari-hari berjualan gorengan. Ia menyebut kondisi anaknya masih memengaruhi aktivitas sehari-hari, terutama saat berbicara dan makan.

“Kalau bicara suaranya masih kurang jelas. Terus kalau makan kadang keluar dari hidung karena bagian langit-langitnya masih terbuka,” katanya.

Lebih dari itu, Haris juga merasakan beban psikologis yang dialami anaknya karena sering minder saat bermain dengan teman-temannya. Harapannya setelah operasi pun sangat manusiawi.

“Harapan saya setelah operasi nanti dia bisa lebih percaya diri dan tidak dibully lagi sama teman-temannya,” katanya.

Momen yang paling membekas baginya terjadi ketika anaknya mengetahui akan ada operasi gratis.

“Dia langsung peluk mamahnya sambil nangis. Mungkin dia memang pengin sembuh, tapi juga ngerti kondisi keluarga kami,” ujar Haris.

Bagi Haris, bantuan itu bukan sekadar mengurangi biaya pengobatan, tetapi juga membuka peluang hidup yang lebih baik untuk anaknya.

“Alhamdulillah sangat membantu kami. Dengan adanya operasi gratis ini, anak kami punya kesempatan untuk hidup lebih baik,” tutur Haris.

Sebagai informasi, program operasi gratis bibir sumbing dan langit-langit telah dijalankan Sido Muncul sejak 2018, pertama kali di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Hingga kini, sebanyak 774 pasien telah menerima bantuan operasi bibir sumbing dari berbagai kolaborasi yang dijalankan perusahaan dengan sejumlah yayasan dan lembaga sosial.

Salah satu mitra yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Yayasan TOP (Tangan Orang Peduli). Sejak berdiri, Yayasan TOP aktif menjalankan berbagai program sosial, mulai dari penyediaan akses air bersih melalui program Water of Life, pemberian beasiswa pendidikan, renovasi panti asuhan dan rumah jompo, hingga bantuan kemanusiaan di berbagai daerah.

TOP juga aktif berkolaborasi dalam kegiatan kesehatan, termasuk program operasi bibir sumbing dan celah langit-langit bersama RS Permata Jonggol dan Sido Muncul. Tahun lalu, yayasan tersebut turut membantu pembangunan tiga titik Water of Life di Bojonegoro serta menyalurkan bantuan ke panti asuhan dan rumah jompo di Surabaya dan sekitarnya.

Memasuki usia ke-75 tahun pada November 2026 mendatang, Sido Muncul menunjukkan bahwa makna hadir di tengah masyarakat tidak hanya lewat produk, tetapi juga melalui aksi sosial yang menyentuh langsung kehidupan orang-orang yang membutuhkan. Dari operasi bibir sumbing gratis ini, terlihat jelas bahwa bantuan bukan cuma soal dana atau fasilitas, melainkan tentang memberi kesempatan baru bagi anak-anak untuk tumbuh, tersenyum, dan menjalani hidup dengan lebih percaya diri.

Rekomendasi